Sebagian siswa SD Seropan terpaksa harus belajar di teras bekas bangunan SD Seropan 2, menunggu shelter sementara selesai dibangun, Rabu (17/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Sebagian siswa SD Seropan terpaksa harus belajar di teras bekas bangunan SD Seropan 2, menunggu shelter sementara selesai dibangun, Rabu (17/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 17 Januari 2018 18:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Kabar Gembira, Gedung Baru untuk SD Seropan Bakal Siap Ditempati Bulan Mei

Pemkab Bantul melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) menjanjikan gedung baru SD Seropan akan siap digunakan pada Mei 2018 mendatang

Solopos.com, BANTUL—Pemkab Bantul melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) menjanjikan gedung baru SD Seropan akan siap digunakan pada Mei 2018 mendatang. Itu untuk menjamin para siswa dapat menempati gedung yang representatif saat menghadapi ujian.

Baca juga : Kegiatan Belajar SD Seropan Digelar di Tenda, Velly Kepanasan tapi Senang

Kepala Disdikpora Bantul, Didik Warsita mengatakan Pemkab telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,55 miliar dari APBD 2018 untuk pembangunan SD Seropan. Meski tergolong terlambat dalam pengalokasian anggaran ini, namun Didik menyebut pihaknya cukup tertolong dengan adanya rasionalisasi anggaran dari Gubernur.

Sehingga ia dapat mengalokasikan anggaran yang kurang perlu pada pos-pos prioritas perbaikan sekolah SD maupun SMP yang terdampak bencana. Seperti misalnya SD Seropan, SMP 2 dan 3 Imogiri, SMP 2 Pajangan, serta SMP 1 Kretek.

Meskipun pembangunan gedung baru SD Seropan ini belum dimulai, namun Didik menargetkan paling lambat Mei 2018 mendatang sudah berdiri satu ruang kelas. Dengan harapan siswa kelas 6 bisa melaksanakan ujian di gedung baru yang lebih representatif.

Gedung SD Seropan tersebut akan menempati tanah kas Desa Muntuk yang berada di Dusun Seropan 3, berjarak sekitar 1 kilometer dari sekolah lama. Didik memastikan pihak pemerintah desa setempat sudah menyiapkan lahan yang lebih aman dan tinggal melakukan pembangunan.

“Akan kami lakukan secepatnya. Kami lakukan mulai awal tahun ini urusan lelang dan lain-lain. Kami usahakan Mei sudah bisa ditempati. Meski belum seluruhnya, kalau bisa ya satu kelas dulu untuk ujian,” katanya, Rabu (17/1/2018).

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…