Tenda didirikan di Pos III Pendakian Gunung Merbabu. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS) Tenda didirikan di Pos III Pendakian Gunung Merbabu. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/SOLOPOS)
Rabu, 17 Januari 2018 12:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Aksi Vandalisme di Tugu Puncak Merbabu Bikin Prihatin

Tugu di Gunung Merbabu menjadi sasaran aksi vandalisme.

Solopos.com, BOYOLALI — Aksi vandalisme terjadi di puncak Gunung Merbabu. Para pelaku menyasar tugu puncak triangulasi pada ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pada tugu yang dibangun Desember 2017 itu terdapat coretan yang diperkirakan dibuat dengan spidol permanen.

Lambang merah putih pada tugu bertuliskan “Balai Taman Nasional Gunung Merbabu” dan “Aset Negara” itu juga tak luput dari tangan jahil pelaku vandalisme. Hasil vandalisme ini juga diabadikan dengan video dan diunggah ke media sosial Instagram melalui akun @mountnesia, Senin (15/1/2018).

Dalam keterangan video ditulis “Bangunannya mulai rusak dan ada coretan. Info @rahmatsyar_ : Keadaan tugu baru Gunung Merbabu terkini, pertengahan Januari 2018 sudah banyak oret-oretan. MERAH PUTIH pun tak luput dari aksi orat-oret. Hanya Puncak Trianggulasi saja, sementara Puncak Kentengsongo masih aman sedangkan Puncak Syarif belum tau karna ga sempet nengok.

Menanggapi adanya aksi vandalisme tersebut, Kepala Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu Edy Sutiyarto mengaku merasa prihatin. Menurutnya, imbauan mengenai keharusan menjaga ketertiban dan kebersihan di gunung selalu disampaikan kepada setiap pendaki.

“Vandalisme ini tidak hanya terjadi di gunung tetapi di fasilitas umum pun vandalisme ada. Untuk yang di gunung ini memang kami sayangkan karena tidak semestinya pendaki gunung melakukan hal itu. Apalagi, bangunan itu masaih tergolong baru karena dibangun Desember 2017 lalu,” ujarnya saat ditemui di kantornya di jalan Boyolali-Magelang, Selasa (16/1/2018).

Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa, pihaknya akan memperketat pemeriksaan barang bawaan kepada para pendaki melalui petugas di basecamp jalur pendakian. Bahkan jika perlu, pihaknya akan melakukan penggeledahan terhadap mereka.

“Selama ini pendaki diperiksa, tetapi memang tidak seksama. Tapi dengan adanya kejadian ini, kami akan perketat lagi. Jika perlu, mereka [pendaki] digeledah sebelum naik,” kata dia.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…