Sejumlah perwakilan PHL yang terkena PHK sepihak melakukan aksi damai di Gedung DPRD Bantul, Selasa (16/1/2018). (Rheisnayu Cyntara) Sejumlah perwakilan PHL yang terkena PHK sepihak melakukan aksi damai di Gedung DPRD Bantul, Selasa (16/1/2018). (Rheisnayu Cyntara)
Selasa, 16 Januari 2018 15:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Pemkab Bantul Ungkap Rekrutmen Pekerja Harian Lepas Ada yang Ngawur

Pemkab Menilai Rekrutmen Lama Tak Seragam

Solopos.com, BANTUL–Pemkab Bantul menilai rekrutmen Pekerja Harian Lepas (PHL) yang telah bekerja cukup lama, beberapa bahkan mencapai belasan tahun, tak seragam karena diampu oleh organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Tidak ada kesamaan prosedur ataupun prasyarat yang dianggap jadi sumber permasalahan di kemudian hari.

“Justru itu, dengan kebijakan kemarin yang masing-masing punya cara, ada yang ngawur ada yang tenanan [benar] saat seleksi. Sehingga kan harus ada suatu rekrutmen yang podo [sama],” ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Riyantono seusai mewakili Bupati untuk menghadiri undangan Komisi A DPRD Bantul, Selasa (16/1/2018).

Oleh sebab itu, Riyantono menyebut rekrutmen PHL yang baru ini semua dilakukan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul. Hal itu bertujuan untuk menyeragamkan syarat dan standar yang diterapkan dalam perektrutan tenaga kerja. Sehingga diharapkan PHL yang kini dapat memenuhi kualifikasi yang diharapkan. “Jadi setiap OPD harus ada kebijakan yang sama. Kebijakan Bupati seperti apa,” imbuhnya.

Baca juga : Tunggu Kedatangan Bupati Bantul, Pocong Datangi DPRD

Lebih lanjut Riyantono berjanji bakal mencarikan solusi yang terbaik atas polemik pemecatan ratusan PHL ini. Menurutnya Pemkab bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan OPD terkait untuk mencarikan jalan keluar yang paling bijak. Namun pihaknya tidak mampu memastikan pihak Pemkab Bantul bakal menunda rekrutmen PHL ini hingga polemik mereda seperti yang diusulkan oleh beberapa pihak.

Baca juga : PEMECATAN PHL : Demo di Depan Parasamya, PHL Bacakan Surat Terbuka untuk Gubernur DIY

Sebab menurutnya hal itu sudah melanggar ketentuan yang ada karena proses rekrutmen telah dimulai. “Prinsipnya kami siap mencarikan solusi. Tapi kan ada batas dan syarat yang harus dipenuhi, seperti batas umur dan lainnya,” katanya.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…