Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kedua dari kiri) menceritakan kisahnya pada pengajian Minggu Wagen di Masjid Baiturrahman, Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng, Minggu (14/1/2018). (Instagram-@hendrarprihadi) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kedua dari kiri) menceritakan kisahnya pada pengajian Minggu Wagen di Masjid Baiturrahman, Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng, Minggu (14/1/2018). (Instagram-@hendrarprihadi)
Selasa, 16 Januari 2018 09:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Mengharukan, Kisah Inspiratif Hendi Sebelum Jadi Wali Kota Semarang

Kisah inspiratif tentang perjalanan hidup diceritakan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Solopos.com, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dikenal sebagai pemimpin yang bisa dibilang selalu terlihat semringah dan bahagia. Namun siapa sangka sang wali kota Semarang itu juga memiliki kisah tragis sekaligus inspiratif sebelum dirinya berhasil menjadi pemimpin di ibu kota Jawa Tengah (Jateng)?

Pada pengajian Minggu Wagen di Masjid Baiturrahman, Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu (14/1/2018), Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—bercerita mengenai kisah perjalanannya yang inspiratif dan berbumbu kisah tragis. Cerita Hendi yang terekam dalam video itu kemudian diunggah Hendi di akun Instagramnya, @hendrarprihadi, Senin (15/1/2018).

Pada awal ceritanya, politikus PDI Perjuangan itu bersyukur karena sekarang sudah berhasil menjadi Wali Kota Semarang. “Berkah yang menurut saya mukjizat sekali. Hendi yang tadinya cah biasa wae isoh dadi anggota dewan, jadi wakil wali kota, jadi wali kota. Bisa punya sedulur-sedulur seperti panjenengan,” ujar Hendi yang didampingi istrinya, Krisseptiana.

Namun sebelum dirinya menjadi sukses seperti sekarang, Hendi mengaku pernah mengalami kisah tragis sampai-sampai tak memiliki uang untuk membelikan susu anaknya. “Menuju ke sininya itu saya juga berproses. Berprosesnya harus gulung-koming enggak karuan. Nah saiki susune awake dewe entek, ndilalah duit isoh entek blas ik, Rp10.000 pun enggak ada. Sehingga hari itu, susu anak saya, saya belikan susu saset. Dari mobil saya cari receh-receh ketemu jumlahe sewu rupiah,” tutur orang nomor wahid di ibu kota Jateng itu.

Sontak kisah inspiratif yang dibagikan Hendi di akun Instagramnya itu memicu rasa haru warganet. Tak sedikit yang kagum dengan perjuangan hidup Hendi. “Salut, Pak!” tulis pengguna akun Instagram @dzakyrais.

“Terharu pak @hendrarprihadi, perjuangan sebagai bapak,” ungkap pengguna akun Instagram @kakilimasemarang.

Sementara itu, melalui kolom keterangan video, sang wali kota Semarang menutup kisah inspiratifnya dengan kalimat motivasi yang ia tujukan kepada warganet. “Semua butuh usaha – Tidak ada yang instant di dunia ini – Mie Instant pun harus direbus dulu – Hargai proses! #TetapSemangat #JanganMenyerah,” beber Hendi. (Ginanjar Sapurta/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…