Nota dari warung yang diungkap berlokasi dekat Bandara Adi Sumarmo (Instagram) Nota dari warung yang diungkap berlokasi dekat Bandara Adi Sumarmo (Instagram)
Selasa, 16 Januari 2018 21:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Makan Dekat Bandara Solo, Harga Pecel Rp25.000, Warganet
Dari Jemani?

Foto nota makanan yang dianggap terlalu mahal jadi gunjingan warganet ICS.

Solopos.com, SOLO – Belum lama ini beredar foto nota makanan dari warung asal Boyolali yang dianggap terlalu mahal. Berdasarkan informasi, lokasi warung berada di dekat Bandara Adi Sumarmo.

Foto nota makanan tersebut diunggah di akun Instagram @ics_infocegatansolo, Selasa (16/1/2018). “Ini saran saja buat semua, kalau mau jajan, tanya-tanya harganya dulu, tak perlu gengsi. Ini nota edisi habis jajan siang ini di warung dekat bandara,” tulis @ics_infocegatansolo.

Dalam nota tersebut  tertera harga satu porsi Nasi Pecel Wader Rp25.000, satu porsi Rawon Rp25.000, dan satu porsi Sambal Belut Lalapan Rp30.000. Satu jus Alpukat seharga Rp12.000, satu Teh Panas Rp3.000, satu Tahu Rp2.000. Sesuai dalam nota, pembeli harus membayar Rp164.000.

Meski tidak diketahui lokasi pasti warung yang dimaksud dan tidak diungkap seberapa porsi makanan apabila dibandingkan dengan harganya, warganet sudah membanjiri foto nota tersebut dengan beragam komentar.

Ada yang menganggap harga itu terlalu mahal, ada yang menyarankan agar dimaklumi, hingga komentar kocak yang menyebut menu tersebut di atas diisi barang-barang pilihan sehingga harganya mahal.

“Gila, itu warungnya apa di tengah hutan, kok mahal sekali?” tulis @buku_arif.

“Maklum, belinya aja dekat bandara jadi mahal. Coba belinya dekat sawah, pasti murah meriah plus kenyang,” tulis @ferry_sediono.

“Yang jual ini bakal cepat kaya,” tulis @mukhlisrahmat.

“Haha, terkenal memang nuthuk dekat bandara situ. Pernah makan ayam goreng sama Rawon habis Rp100.000,” tulis @drpmh85.

“Itu sambal belut dua Rp60.000? Yang dimasak belut listrik?” tulis @indah_defi.

“Itu mesti pecelnya isi Jemani, belutnya beli di Brasil,” tulis @minimum0_.

“Itu pecelnya habis haji, belunya baru pulang umrah,” sindir @ridwan.v25.

Karena tak ada foto warungnya, warganet pun menanyakan lokasi dan foto warung yang dimaksud.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…