Kendaraan melintas di ujung JLK dekat Gereja Sidang Persekutuan Indonesia, Pencil, Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Senin (15/1/2018). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Kendaraan melintas di ujung JLK dekat Gereja Sidang Persekutuan Indonesia, Pencil, Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Senin (15/1/2018). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Selasa, 16 Januari 2018 06:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

INFRASTRUKTUR WONOGIRI
Jalan Lingkar Kota Ruas Bulusulur-Wuryorejo Difungsikan Tahun Ini

Setelah tujuh tahun dibangun, JLK ruas Bulusulur-Wuryorejo, Wonogiri, akan difungsikan tahun ini.

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memastikan akan memfungsikan jalan lingkar kota (JLK) ruas pertigaan Desa Bulusulur-perempatan Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, tahun ini.

Rencananya ruas tersebut untuk mengalihkan kendaraan berat dari timur atau arah Purwantoro ke utara atau arah Solo. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (15/1/2018), Pemkab mengerjakan proyek JLK secara bertahap sejak 2011.

Pengerjaan dilakukan di dua lokasi, yakni ruas sisi timur mulai pertigaan dekat Rumah Makan Pak Eko, Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, hingga perempatan dekat Gereja Sidang Persekutuan Indonesia, Pencil, Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, dan sisi barat di Singodutan, Selogiri-perempatan dekat gereja, Pencil.

Proyek betonisasi ruas sisi timur sudah rampung akhir 2017 lalu. Sedangkan pengerjaan ruas sisi barat belum selesai. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menggelar proyek pada 2011-2017 dengan anggaran puluhan miliar rupiah. Setelah sekian lama dikerjakan akhirnya JLK akan difungsikan tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Ismiyanto, saat ditemui Solopos.com di kawasan kota Wonogiri, Senin, menyampaikan JLK belum dapat difungsikan secara penuh karena ruas Singodutan-Pencil belum tersambung dengan ruas Bulusulur-Pencil. Dari kedua ruas itu hanya ruas Bulusulur-Pencil yang sudah siap difungsikan.

Dia memastikan ruas tersebut difungsikan 2018. Saat ini Dishub sedang mempersiapkan sarana pelengkap, seperti penerangan jalan umum (PJU) dan rambu-rambu lalu lintas. Sejumlah PJU dan rambu-rambu sudah dipasang. Selain itu Dishub masih mengkaji rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan.

“Rencananya JLK ruas Bulusulur-Pencil untuk mengalihkan kendaraan berat dari arah Purwantoro. Nanti JLK untuk satu arah atau dua arah, belum bisa dipastikan. Kami masih akan mengkaji lebih lanjut,” kata dia.

Saat Solopos.com mengukur menggunakan alat pengukur jarak di sepeda motor, Senin, panjang JLK ruas Bulusulur-Pencil tercatat 9,4 km. Lebar jalan lebih kurang 7 meter. Di sisi kanan dan kiri terdapat drainase.

Jalan melintasi empat desa/kelurahan di Kecamatan Wonogiri, yakni Bulusulur, Purworejo, Pokoh Kidul, dan Kelurahan Wuryorejo. Ruas Pokoh Kidul-Wuryorejo sepanjang 3,5 km dibangun tahun lalu dengan dana Rp10,2 miliar.

Di ruas sisi timur itu terdapat dua jembatan di Bulusulur dan Purworejo. Kedua jembatan itu dibangun tahun lalu dengan anggaran lebih dari Rp9 miliar.

Warga Purworejo, Toro, 40, menyambut baik difungsikannya JLK. Menurut dia, Pemkab sebaiknya menyosialisasikan kepada warga desa/kelurahan yang dilintasi JLK. Hal itu supaya warga dapat lebih waspada jika nanti JLK sudah ramai kendaraan.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…