Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Pedurungan Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti, dan jajaran pengurus PAC setempat meluncurkan Mobil Layanan Perempuan dan Anak untuk membantu kaum perempuan dan anak, khususnya di kecamatan tersebut, Minggu (14/1/2018) (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-PAC PDIP Pedurungan) Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Pedurungan Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti, dan jajaran pengurus PAC setempat meluncurkan Mobil Layanan Perempuan dan Anak untuk membantu kaum perempuan dan anak, khususnya di kecamatan tersebut, Minggu (14/1/2018) (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-PAC PDIP Pedurungan)
Selasa, 16 Januari 2018 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL
PDIP Pedurungan Operasikan Mobil Layanan Perempuan dan Anak

Gerakan Nasional Revolusi Mental ditindaklanjuti pengoperasian Mobil Layanan Perempuan dan Anak oleh PDIP Pedurungan, Semarang.

Solopos.com, SEMARANG —Hevearita Gunaryanti Rahayu atau akrabnya disapa Mbak Ita, Minggu (14/1/2018), hadir di Pedurungan, Kota Semarang dalam acara serah-terima Mobil Layanan Perempuan dan Anak. Mobil Daihatsu Gran Max itu nantinya melengkapi layanan Ambulans Hebat dan Siaga serta Rumah Duta Revoluasi Mental (RDRM) yang dikelola Pemerintah Kota Semarang yang.

Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita yang juga wakil wali kota Semarang itu hadir layaknya kader lain PDI Perjuangan yang datang ke tempat itu. Mobil Layanan Perempuan dan Anak yang merupakan fasilitas bergerak pelengkap layanan Ambulans Hebat dan Rumah Duta Revoluasi Mental (RDRM) Semarang itu memang bukan milik Pemkot Semarang, melainkan partai tempatnya bernaung.

Mobil Layanan Perempuan dan Anak itu adalah fasilitas pelayanan milik Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Pedurungan. “Mobil ini kami persembahkan untuk melayani perempuan dan anak, khususnya di Kota Semarang. Apa pun permasalahannya, selama kami bisa membantu,” kata Ketua PAC PDI Perjuangan Pedurungan Dyah Ratna Harimurti.

Mobil yang digunakan sebagai layanan bergerak bagi perempuan dan anak itu milik Detty—sapaan akrab Dyah—yang sebelumnya dipakainya untuk operasional sehari-hari, termasuk untuk berdinas dan berkeliling menemui konstituennya. Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang itu menjelaskan bahwa selama ini, banyak persoalan yang menimpa kaum perempuan dan anak, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga keterpurukan ekonomi.

Ia mencontohkan Rafika, 11, bocah berusia 11 tahun warga Tlogosari Wetan yang mengalami cacat ganda, dan kebetulan merupakan anak yatim, dengan kondisi sang ibu yang juga memiliki tanggungan satu anak lagi berusia dua tahun. “Kami berikan pendampingan. Bayangkan, setiap seminggu dua kali harus mengantarkan anaknya menjalani terapi, sementara harus mencari nafkah. Sebisa mungkin, kami bantu mengantarkan dengan mobil ini. Sudah berjalan dua bulan ini,” katanya.

Ia mengatakan bahwa masih banyak perempuan dan anak-anak lainnya di Kota Semarang yang mengalami permasalahan sehingga memerlukan pendampingan sehingga keberadaan mobil itu diharapkan bisa membantu mendampingi kaum perempuan dan anak. “Nanti, mobil ini akan berpindah-pindah tempat untuk memberikan pelayanan, mulai pendampingan, penyuluhan kesehatan reproduksi, hingga konseling hukum. Ya, khususnya di wilayah Kecamatan Pedurungan, Semarang,” katanya.

[Baca juga Pemkot Semarang Terjemahkan Gerakan Nasional Revolusi Mental Jadi RDRM]

Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan apresiasinya atas kepedulian PAC PDI Perjuangan Pedurungan Semarang untuk membantu memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak. Model pemberdayaan perempuan dan anak-anak itu memang merupakan terjemahan Gerakan Nasional Revolusi Mental yang selama ini dikembangkan Pemkot Semarang.

Mbak Ita mengakui selama ini masih banyak permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak di Kota Semarang, khususnya KDRT yang tergolong tinggi di antara daerah-daerah lain di Jawa Tengah.  Namun, kata dia, penanganan bukan hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga peran serta seluruh pihak, termasuk masyarakat yang sudah dilakukan PAC PDI Perjuangan Pedurungan dengan Mobil Layanan Perempuan dan Anak.

“Saya apresiasi sekali ada perempuan di Kota Semarang yang peduli. Banyak orang bilang susah dan sebagainya, nyatanya Bu Detty bisa. Ini harus menjadi contoh bagi perempuan-perempuan lain untuk ikut peduli,” kata wakil wali kota Semarang itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…