Chelsea (JIBI/REUTERS/Dylan Martinez)
Senin, 15 Januari 2018 09:10 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Inggris Share :

LIGA INGGRIS
Chelsea Jadi Sasaran Cemoohan Pendukung

Liga Inggris diwarnai dengan hasil imbang yang diraih Chelsea.

Solopos.com, LONDON — Chelsea menorehkan sejarah baru setelah ditahan imbang 0-0 Leicester City di Stamford Bridge, London, Sabtu (13/1/2018) malam WIB. Akan tetapi bukan sejarah bagus, melainkan sejarah mengecewakan.

Skor kacamata saat melawan Leicester itu menjadi kali ketiga secara beruntun dalam tiga laga terbaru Chelsea di semua kompetisi. Sebelumnya, anak didik pelatih Antonio Conte itu juga hanya bermain 0-0 kontra Norwich City di Piala FA dan menjamu Arsenal di Piala Liga. Inilah kali pertama dalam sejarah, Chelsea meraih hattrick 0-0.

Padahal saat menjamu Leicester, Chelsea unggul jumlah pemain sejak Benjamin Chiwell diusir keluar lapangan setelah mendapat kartu merah kedua pada menit ke-68. Sayangnya, Alvaro Morata dkk. tidak bisa memanfaatkan situasi itu.

Para pemain Chelsea juga menjadi sasaran boo dan siulan cemoohan dari suporter mereka di sela-sela pertandingan di Stamford Bridge. “Itu [cemoohan dari suporter] tidak membantu, ketika fans mengolok-olok dan setelah operan gagal. Kami tidak bermain bagus. Namun ketika terjadi seperti itu, kami butuh suporter mendukung kami,” jelas kiper Chelsea, Thibaut Courtois, seperti dilansir Standard.co.uk.

Chelsea lagi-lagi gagal memanfaatkan peluang menggeser Manchester United dari peringkat kedua klasemen sementara Liga Premier Inggris. Conte mengakui performa timnya cukup buruk di laga ini. Alvaro Morata kembali seret di depan gawang. Eks penyerang Juventus dan Real Madrid itu hanya dua gol dalam delapan penampilannya di Liga Inggris.

Sementara Eden Hazard yang diharapkan bisa memecah kebuntuan timnya bermain di bawah standard. Conte sendiri tidak memiliki plan B ketika playmaker andalannya tersebut tidak tampil meyakinkan.

”Saya pikir masalahnya pada tim, bukan hanya Morata. Dibandingkan musim lalu, kami kebobolan lebih sedikit dan menunjukkan soliditas pertahanan yang hebat. Namun pada waktu yang sama, kami tidak membuktikan kualitas hebat dalam penyelesaian akhir,” jelas Conte.

Sebaliknya, Leicester bermain lebih percaya diri. Winger Leicester, Riyad Mahrez, kerap menusuk pertahanan Chelsea dari sisi kiri lapangan. Aksi Mahrez membuat bek Chelsea, Antonio Rudiger dan Marcos Alonso, kewalahan. Jamie Vardy dkk. melepaskan 12 kali percobaan tembakan di babak pertama, paling moncer dibanding tamu-tamu lain Chelsea di Stamford Bridge sejak 2002/2003.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…