Daniel Harrot berkemeja merah muda didampingi Shirley (paling kiri) bersama Joshua (depan) dan Mason (paling kanan) (Stina Sieg KJZZ) Daniel Harrot berkemeja merah muda didampingi Shirley (paling kiri) bersama Joshua (depan) dan Mason (paling kanan) (Stina Sieg KJZZ)
Senin, 15 Januari 2018 17:15 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

KISAH UNIK
Sekeluarga Jalani Hidup Sebagai Transgender

Keluarga terdiri dari empat orang semuanya jalani hidup sebagai transgender.

Solopos.com, ARIZONA – Fenomena tak biasa terjadi pada satu keluarga asal Queen Creek, Arizona, Amerika Serikat. Keluarga yang terdiri ayah empat orang itu semuanya transgender.

Keluarga tersebut terdiri dari dua orang dewasa yang berperan sebagai ayah dan ibu, serta dua anak laki-laki dan perempuan.

Dikutip Solopos.com dari Dailymail, Senin (15/1/2018), Daniel Harrott, 41, lahir sebagai perempuan. Ia membina keluarga sebagaimana layaknya perempuan hingga dikaruniai dua buah hati bernama Joshua, 13, dan Mason, 11.

Daniel mengaku sudah merasa dirinya lebih cocok sebagai lelaki sejak saat masih membina keluarga. Dia menutupi hal itu dan tak punya keberanian untuk mengekspresikan diri. Namun hal itu berubah tahun 2016 lalu saat putranya Joshua mengaku ingin mengikuti pramuka perempuan.

Mendengar kecenderungan putranya itu, Daniel merasa mendapatkan teman senasib sepenanggungan. Tak lama setelahnya Joshua menjadi perempuan transgender.

“Saya merasa menjadi wanita pada usia enam atau tujuh tahun,” jelas Joshua. Menyusul Joshua, adiknya Mason yang lahir sebagai perempuan akhirnya menjadi laki-laki transgender.

“Saat saya benar-benar melihat kecenderungan dua buah hatiku, aku baru sadar kalau mereka transgender. Saya yakin itu yang terbaik untuk mereka. Karena saya juga merasa seperti itu, bukan baru saja, sudah sejak dulu, hampir selama hidupku,” ucap Daniel seperti dikutip KJZZ.org.

Setelah dua buah hatinya menjadi transgender, Daniel memutuskan untuk mengekspresikan jati dirinya. Dia mulai memotong pendek rambutnya dan memakai busana laki-laki. “Saya melihat diriku menggunakan pakaian lelaki, dan aku yakin, iya ini diriku yang sebenarnya,” ucap Daniel.

Setelah menjadi transgender, Daniel dan dua anaknya aktif di sebuah yayasan transgender. Di sana Daniel bertemu Shirley Austin, 62, transgender perempuan yang lahir sebagai laki-laki. Shirley belum pernah merasa diterima sebagai dirinya secara utuh sebelum bertemu Daniel dan anak-anaknya.

“Sebelumnya orang-orang yang mencintaiku tak pernah benar-benar menerimaku. Namun bersama Deniel dan anak-anaknya sungguh melegakan. Aku bisa jadi diri sendiri, mereka akan memahamiku. Mereka akan menyadari luka yang selama ini aku rasakan, kami bakal bisa saling tolong dan saling mengisi,” jelas Shirley.

Kini mereka berperan sebagai satu keluarga utuh, Daniel berperan sebagai ayah, Shirley menjadi ibu, serta Joshua dan Mason sebagai dua anak. Shirley mengajari Daniel menggunakan gergaji, Daniel mengajarkan Shirley menghapal nama batu-batu di cincin tunangan keduannya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…