Yuli Aryanti, warga Banjarsari, Solo, yang kerap bertingkah aneh sering berkeliaran dengan anjingnya di Terminal Tirtonadi. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Yuli Aryanti, warga Banjarsari, Solo, yang kerap bertingkah aneh sering berkeliaran dengan anjingnya di Terminal Tirtonadi. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Senin, 15 Januari 2018 23:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

Berperilaku Aneh, Perempuan Banjarsari Solo Ini Dianggap Ketempelan Jin oleh Keluarganya

Seorang perempuan di Banjarsari, Solo, yang memiliki tingkah laku aneh tak pernah diperiksakan ke dokter atau psikiater karena dianggap ketempelan jin.

Solopos.com, SOLO — Yuli Aryanti, 56, hampir setiap hari meninggalkan rumah. Dia tak pernah mau diminta tetap berada di rumah. Yuli bakal marah jika dilarang pergi.

Sang Adik, Rina Wirasti, 51, awalnya resah dengan kebiasaan Yuli tersebut. Apalagi Yuli tak pernah mau menjawab ketika ditanya akan pergi ke mana dan akan pulang pukul berapa.

Beberapa kali dia bahkan membuat geger orang rumah karena tidak pulang selama dua hari. Saat dicari, Yuli tak pernah ditemukan.

Namun, Rina kini merasa biasa saja. Dia pasrah sang kakak saat berada di luar rumah. Rina hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar Yuli bisa terhindar dari marabahaya.

Dalam menghadapi sang kakak, Rina memang mengaku cukup kewalahan. Dia menilai Yuli adalah orang yang sulit diatur dan sulit diajak bedialog. Rina mencontohkan kebiasaan lain Yuli yang sulit diubah hingga sekarang, yakni saat mandi.

Yuli tak pernah mau diminta keluar dari kamar mandi meski sudah berada di sana selama tiga jam. “Yang jelas budhe [Yuli] susah diajak ngomong. Kadang kala saja mau diajak ngomong pas lagi lega. Lebih sering ya budhe diam saja, tidak merespons saat diajak ngomong,” kata Rina saat ditemui Solopos.com di rumahnya di Kampung Cinderejo Lor RT 002/RW 004 Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Senin (15/1/2018) sore.

Rina bercerita beberapa kali dirinya sempat dengan sengaja mengamati aktivitas sang kakak saat berada di luar rumah. Dia kerap mendapati Yuli tengah berada di sekitar perempatan Gilingan dan kompleks Terminal Tirtonadi saat tidak sedang berada di rumah.

Di sana, Yuli melakukan beragam aktivitas, mulai dari tiduran, memungut barang-barang, atau asyik bermain dengan seekor anjing. Rina menyampaikan penampilan Yuli yang lusuh kerap disangka masyarakat juga sebagai pengemis, gelandangan, atau orang gila.

“Kakak saya itu tidak gila. Dia seperti itu karena ada jin yang mengikuti. Ayah saya kan dulu orang pinter. Dia punya jin. Setelah jin itu dibuang malah nempel budhe. Bukan hanya jadi susah diajak bicara, budhe juga sering ngomel sendiri pada malam Jumat atau hari tertentu,” jelas Rina.

Rina mengaku belum pernah memeriksakan kesehatan jiwa Yuli ke rumah sakit. Keluarganya yakin Yuli tidak sakit jiwa. Dia menceritakan keluarga hanya pernah mencoba menyembuhkan kebiasaan buruk Yuli tersebut dengan cara dimandikan air murni dari Tawangmangu.

Menurut Rina, upaya itu membuahkan hasil. Yuli kini setidaknya bisa diajak berbincang meski hanya kadang-kadang. Sebelum itu, Yuli tak pernah bisa diajak bicara sama sekali. Dia bahkan tak pernah bicara sebelumnya.

“Waktu masih anak-anak, budhe normal saja. Dulu budhe pernah diadopsi tetangga yang tinggal di Banyumas. Budhe hidup enak di sana. Terus saat kelas IV SD, budhe dikembalikan karena yang mengadopsi sakit-sakitan. Katanya, budhe sempat jadi pendiam setelah tinggal dengan bapak ibu [kandung]. Mungkin budhe tidak terbiasa hidup susah dan kurang perhatian. Maklum saja, kami kan tujuh bersaudara. Budhe terus sering melamun jadi mudah diikuti jin itu,” jelas Rina.

Rina menyampaikan keluarganya juga sempat menemui kerabat Keraton Solo yang dianggap ahli dalam ilmu gaib. Berdasarkan keterangan dari orang tersebut, kata dia, Yuli bisa saja disembuhkan namun berisiko kehilangan nyawa. Roh Yuli dianggap telah melekat dengan jin yang menempel. Jika jin yang menempel diusir, roh Yuli bisa ikut terangkat.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…