Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Sentra pengolahan ikan asap di Bandarharjo, Kota Semarang, Jumat (12/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Sentra pengolahan ikan asap di Bandarharjo, Kota Semarang, Jumat (12/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara)
Minggu, 14 Januari 2018 14:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

WISATA SEMARANG
Sentra Ikan Asap Bandarharjo Didukung Perbaikan Jl. Lodan

Wisata ke sentra ikan asap Bandarharjo, Kota Semarang segera didukung perbaikan Jl. Lodan yang merupakan akses ke sentra bahan baku kuliner mangut kepala ikan manyung itu.

Solopos.com, SEMARANG — Sentra pengolahan ikan asap di Bandarharjo, Kota Semarang bakal dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan untuk menarik kunjungan wisatawan ke kota berslogan Aman Tertib Lancar Asri dan Sehat (ATLAS) itu. “Mangut kepala ikan manyung merupakan salah satu kuliner favorit di Kota Semarang. Ya, ikan asapnya dari sini,” terang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018).

Hal tersebut diungkapkan lelaki yang akrab disapa Hendi itu di sela-sela blusukannya di sentra pengolahan ikan asap di Bandarharjo, Kota Semarang untuk melihat perkembangan kawasan itu. Ia menilai perkembangan kawasan Bandarharjo Semarang sekarang tersebut sangat pesar, sebab saat ini tidak lagi terjadi rob atau limpasan air laut ke daratan seperti sebelumnya.

“Tetapi, waktu saya berkeliling kok banyak sekali sampah yang dibiarkan di saluran. Kalau ini dibiarkan maka tinggal menunggu waktu pasti banjir lagi di sini,” kata Wali Kota Hendrar Prihadi.

Menurut dia, pengembangan sentra ikan asap di Bandarharjo sebagai salah satu destinasi wisata Kota Semarang tidak bisa menjadi urusan pemerintah saja, tetapi melibatkan peran aktif masyarakat. Oleh karena itu, ia mengumpulkan tokoh masyarakat dan sejumlah warga setempat untuk diajak berdiskusi mengenai pengembangan kawasan itu, sekaligus meminta bantuan masyarakat.

Dari pemerintah, kata dia, melihat perlunya infrastruktur Jl. Lodan yang menjadi akses ke sentra ikan asap Bandarharjo yang selama ini menyulitkan untuk diakses masyarakat. “Perbaikan Jl. Lodan, kami anggararkan pada 2018 senilai Rp5 miliar. Dengan perbaikan infrastruktur jalan, sentra ikan asap di Bandarharjo akan jadi destinasi wisata unggulan,” katanya.

Apalagi, kata Hendi, selama ini potensi olahan kuliner mangut dari ikan manyung menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Semarang, terbukti dari olahan kuliner itu yang diburu banyak orang. Mulai dari masyarakat biasa, artis, hingga pejabat, kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, pasti menyempatkan mencicipi kuliner mangut ikan manyung yang terkenal pedas sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Selain akses jalan, kata dia, upaya penanggulangan rob dan banjir akan semakin dimantapkan untuk kawasan tersebut sehingga akan semakin membuat wisatawan merasa nyaman. “Kemudian, tanggul di Kalibaru yang saat ini masih berupa tanah akan kami perkuat dengan konstruksi fisik yang lebih memadai. Ya, sebagai upaya penanggulangan rob dan banjir,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….