Gua Jomblang-detikTravel
Minggu, 14 Januari 2018 18:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Sempat Ditutup Dua Hari, Objek Wisata Gua Jomblang Kembali Dibuka

Penutupan Jomblang bukan hal yang patut dirisaukan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Gunungkidul di akhir pekan lalu tidak hanya membuat banjir di sejumlah titik di Desa Pacarejo, Semanu. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap penutupan sementara objek wisata Gua Jomblang.

Namun, kondisi tersebut telah berangsur-angsur pulih dan pada Minggu (14/1/2018) sudah kembali dibuka untuk melayani wisatawan. Pengelola Gua Jomblang Cahyo Alkantana mengatakan, penutupan Jomblang dilakukan selama dua hari. Langkah ini diambil karena debit air di luweng mengalami peningkatan setinggi 30 meter.

“Berhubung airnya naik, untuk sementara ditutup. Tapi untuk hari ini [kemarin] sudah dibuka untuk pengunjung,” katanya kepada wartawan, Minggu (14/1/2018).

Menurut dia, penutupan Jomblang bukan hal yang patut dirisaukan karena kondisinya sangat bergantung dengan alam. Hujan yang terus mengguyur berdampak terhadap peresapan air ke dalam tanah menjadi lebih lama dari biasanya. “Kami tidak mau ambil risiko. Jadi saat dasar gua tergenang, Jomblang ditutup dan kembali dibuka setelah kondisinya mengering,” ujarnya.

Dikatakan Cahyo, untuk proses penyusutan air di dalam gua, pengelola tidak melakukan hal khusus. Pasalnya, proses tersebut dilakukan secara alami. “Bentuk gua ini seperti tangki motor yang diisi menggunakan corong. Jadi, saat diisi di permukaan akan penuh, tetapi dengan sendirinya akan menyusut. Kondisi yang sama juga dilakukan di Jomblang, saat luweng penuh air maka pengelola hanya menunggu hingga air menyusut dengan sendirinya,” katanya.

Menurut dia, setelah kondisi luweng mengering, maka tim pengelola langsung melakukan kegiatan bersih-bersih. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan ke pengunjung saat menyusuri dalam gua. “Kegiatan bersih-bersih sudah kami lakukan pada Sabtu [13/1/2018] sehingga hari ini [kemarin] sudah bisa melayani pengunjung,” imbuhnya.

Pemandu wisata Gua Jomblang Aan Nurcahyo mengatakan, objek wisata di Desa Pacarejo ini masuk dalam kategori minat khusus yang penuh risiko. Oleh karena itu, dalam hal pemanduan, pengelola benar-benar memperhatikan aspek keamanan bagi para pengunjung. “Tidak bisa sembarangan karena salah sedikit bisa fatal akibatnya. Jadi untuk pemanduan, kami harus terliti dan sangat berhati-hati,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….