Kondisi pilar tengah jembatan Jl. M.W. Maramis, Banjarsari, Solo, retak, Senin (7/8/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Kondisi pilar tengah jembatan Jl. M.W. Maramis, Banjarsari, Solo, retak, Senin (7/8/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Minggu, 14 Januari 2018 18:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Sempat Ditutup Total, Kreteg Abang Kini Boleh Dilewati Sepeda Motor

Jembatan atau Kreteg Abang di Jl. M.W. Marawis, Banjarsari, Solo, dibuka untuk sepeda motor.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo mengubah skema pengaturan lalu lintas jembatan Jl. M.W. Maramis, Banjarsari, Solo. Setelah sempat ditutup total lantaran rawan ambruk, mulai Sabtu (13/1/2018) sore, Dishub membuka jembatan yang dikenal sebagai Kreteg Abang itu untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menjelaskan alasan Dishub mengubah skema pengaturan lalu lintas di Kreteg Abang, yakni untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di perempatan Ngemplak dan perempatan dr. Oen Kandang Sapi. Kondisi arus lalu lintas di dua lokasi tersebut macet saat Dishub menutup total Kreteg Abang mulai Kamis (11/1/2018) sore.

Jembatan Ngemplak dan Jembatan Kandang Sapi menjadi jalur alternatif yang dipilih masyarakat saat tidak bisa menyeberangi Kali Anyar lewat jembatan di Jl. M.W. Maramis. “Awalnya jembatan memang kami tutup total. Tapi setelah melihat kondisi arus lalu lintas di Jembatan Ngemplak terutama, kami lakukan koordinasi lagi dengan Dinas PUPR Solo. Kreteg Abang masih bisa dipakai untuk kendaraan roda dua,” kata Hari saat ditemui Solopos.com di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Minggu (14/1/2018). (Baca: Rawan Ambruk, Kreteg Abang Solo Ditutup)

Hari menyebut Dinas PUPR telah memperhitungkan kapasitas Kreteg Abang dalam menerima beban kendaraan. Menurut dia, Dinas PUPR memastikan Kreteg Abang yang kini dalam kondisi rusak masih mungkin dilalui kendaraan bermotor roda dua maupun pesepeda dan pejalan kaki.

Dengan dasar itu, Dishub berani menyediakan akses bagi pengendara sepeda motor untuk bisa tetap masuk jembatan di Jl. M.W. Maramis. Sedangkan kendaraan roda empat atau lebih, tetap harus melewati jalur lain.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Mereka menyatakan Kreteg Abang masih bisa dipakai untuk dilewati kendaraan roda dua. Tapi untuk kendaraan roda empat atau kendaraan berat tidak diperkenankan masuk. Kondisi jembatan kini rusak cukup parah. Sangat berisiko jika kendaraan roda empat tetap diakomodsi bisa mengakses Kreteg Abang,” jelas Hari.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan jembatan di Jl. M.W. Maramis bakal terus ditutup hingga proses perbaikan kerusakan pada jembatan tersebut rampung. Berdasarkan informasi yang dia terima dari Dinas PUPR, Ari menuturkan kerusakan Kreteg Abang bakal diperbaiki mulai 2018 ini.

Namun, perbaikan tidak bisa dilakukan awal tahun ini juga karena DPUPR mesti melewati prosedur lelang. Dia meminta pengertian dari masyarakat untuk sementara waktu tidak diperbolehkan lewat jembatan di Jl. M.W. Maramis.

“Kami sudah memperbaiki portal di mulut jembatan untuk membatasi agar kendaraan roda empat atau kendaraan besar tidak asal masuk jembatan. Yang diperbolehkan melintasi jembatan sementara hanya kendaraan roda dua. Kami berharap para pengemudi kendaraan roda empat bisa bersabar terkait penetapan kebijakan ini,” jelas Ari.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….