Salah satu pedagang di Pasar Gede, Warti, menata daging ayam ras di losnya, Sabtu (13/1/2018). Harga daging ayam ras di pasar tersebut senilai Rp35.000/kilogram (kg). (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/SOLOPOS) Salah satu pedagang di Pasar Gede, Warti, menata daging ayam ras di losnya, Sabtu (13/1/2018). Harga daging ayam ras di pasar tersebut senilai Rp35.000/kilogram (kg). (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/SOLOPOS)
Minggu, 14 Januari 2018 13:30 WIB Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/SOLOPOS Ekonomi Share :

Astaga, Harga Daging Ayam di Solo masih Rp35.000 per Kilogram

Harga daging ayam ras di Pasar Gede dan Pasar Kadipolo, Solo, stabil tinggi dalam waktu yang cukup lama.

Solopos.com, SOLO—Pedagang di Pasar Gede dan Pasar Kadipolo mengeluhkan harga daging ayam yang stabil tinggi dalam waktu yang cukup lama.

Dari pantauan Solopos.com, Sabtu (13/1/2018), harga daging ayam ras di kedua pasar tersebut menyentuh angka Rp35.000/kilogram (kg). Para pedagang menyebut harga tersebut sudah bertahan sejak sebelum Natal 2017.

Salah satu pedagang di Pasar Kadipolo, Darmi, mengeluhkan tingginya harga daging ayam ras ini. Menurutnya, modal yang harus ia keluarkan jauh lebih besar, sementara penjualan daging ayam ras di pasar tersebut cenderung menurun karena harganya mahal. (baca: Harga Daging Ayam Bisa Naik Lagi)

“Kalau pasokan, sih stabil. Tapi, pembelinya yang mulai lari. Biasanya beli 1 kg sekarang belinya cuma setengah kg atau seperempat kg,” katanya.

Darmi menambahkan harga daging ayam ras saat ini hampir menyamai harga daging ayam ras saat Lebaran. Bedanya, permintaan daging ayam ras pada momentum Lebaran meningkat cukup signifikan sehingga dia tidak khawatir terhadap modal yang dikeluarkan.

Solopos.com mencatat harga daging ayam ras saat Lebaran menyentuh Rp50.000/kg di Pasar Kadipolo saat Lebaran. Sedangkan data yang diperoleh dari Dinas Perdagangan Solo, harga daging ayam ras tertinggi menyentuh Rp40.000/kg pada 27 Juni.

Di Pasar Gede, harga daging ayam ras juga tinggi Rp35.000/kg. Salah satu pedagang Pasar Gede, Warti, mengatakan tingginya harga daging ayam ras membuat permintaannya menurun. Menurutnya, para konsumen memilih mengurangi volume belanja komoditas tersebut saat harganya tengah tinggi.

“Biasanya beli 1 kg, sekarang belinya hanya setengah kg. Itu pun yang beli konsumen lama. Kalau konsumen baru biasanya pikir-pikir dulu. Selain itu pasokannya berkurang dan kadang-kadang telat,” ujarnya.

Pedagang lain, Suprapti, menambahkan harga daging ayam ras di Pasar Legi sebelum Natal senilai Rp32.000/kg. Sehabis Natal, harga komoditas tersebut mulai beranjak naik Rp35.000/kg dan bertahan hingga Sabtu.

“Harga daging ayam ras normalnya Rp28.000/kg kalau sekarang-sekarang ini. Tapi, ini harganya lumayan tinggi. Memang saat Lebaran harganya lebih mahal, tapi tidak selama ini. Paling selang beberapa hari harganya sudah turun. Kalau ini harganya bertahan cukup lama,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….