Tepi Kali Oya, Dusun Siluk, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Jumat (12/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Tepi Kali Oya, Dusun Siluk, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Jumat (12/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 14 Januari 2018 05:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

5.000 Karung Tak Cukup, Warga Siluk Swadaya Siapkan Karung Pasir

Warga RT 01 Dusun Siluk, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri menyiapkan karung pasir

 

Solopos.com, KULONPROGO--Warga RT 01 Dusun Siluk, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri menyiapkan karung pasir untuk antisipasi terkikisnya bantaran Sungai Oya secara swadaya. Pasalnya bantuan karung dari BPBD, Kodim dan donatur masih belum cukup.

Baca juga : Tiap Hujan Deras, Warga Siluk Was-Was

Salah seorang warga, Sumardi mengatakan pasca abrasi talut sungai pada akhir November lalu, sudah ada bantuan 5000 karung namun itu belum juga mencukupi kebutuhan. Sebab makin lama, ambrol talut sungai makin meluas.

Apalagi menurutnya, hujan deras yang turun semalam memperparah gerusan talud dan mengancam rumah inti yang telah ditinggalinya selama 30 tahun.

“November kemarin dapur dan kamar mandi saya hanyut. Semalam hujan deras, ambrol sudah sampai pinggir rumah. Saya buka pintu udah langsung sungai,” katanya, Jumat (12/1/2018).

Oleh sebab itu, Sumardi menambahkan warga mulai swadaya mencari bantuan karung dan mengisinya sendiri untuk dijadikan tanggul darurat sementara. Menurutnya, jika tidak segera dilakukan maka warga khawatir air akan menggerus talut semakin lebar. Apalagi di beberapa titik, bronjong telah rusak bahkan hanyut.

Warga lainnya, Suhardi mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya sebelum terjadi banjir jarak antara rumahnya dengan sungai mencapai 25 meter. Kini tidak ada lagi. Oleh sebab itu pihaknya berharap pemerintah segera memperbaiki talut sungai yang ambrol dengan membangun tanggul atau bronjong permanen.

“Sekarang tiap minggu kami kerja bakti untuk menanggul sementara dengan pasir,” tuturnya. Suhardi menambahkan di Desa Selopamioro total ada 12 rumah yang terdampak langsung abrasi, lima rumah diantaranya telah hanyut.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….