Warga membantu pengguna jalan melintas di ruas jalan Jubel-Nganti, yang rusak parah, Rabu (10/1/2018) pagi. (Istimewa/Riyanto) Warga membantu pengguna jalan melintas di ruas jalan Jubel-Nganti, yang rusak parah, Rabu (10/1/2018) pagi. (Istimewa/Riyanto)
Sabtu, 13 Januari 2018 19:35 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

JALAN RUSAK SRAGEN
Jalan Jubel-Nganti Bak Sawah, Begini Komentar Bupati Yuni Sukowati

Jalan rusak di Sragen kembali diunggah ke medsos.

Solopos.com, SRAGEN — Jalan kabupaten yang menghubungkan antara Dukuh Jubel, Karangtalun, Tanon, dengan Desa Nganti, Gemolong, Sragen, rusak berat beberapa bulan terakhir.

Kondisi diperparah dengan tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir, sehingga badan jalan becek dan susah dilewati. Kondisi tersebut membuat warga setempat jengah.

Sebagian warga melakukan aksi penanaman pohon pisang di bagian jalan yang rusak, Senin (8/1/2018). Bagian jalan itu lantas difoto dan diunggah ke media sosial (medsos) Facebook.

Unggahan foto tersebut mendapat perhatian warganet. Informasi yang dihimpun Espos aksi penanaman pohon pisang kembali dilakukan sejumlah warga, Rabu (10/1/2018).

Aksi itu sebagai bentuk sindiran ke Pemkab agar segera memperbaiki jalan. Jangan sampai kerusakan jalan dibiarkan saja sehingga mengganggu aktivitas warga. Kabag Humas Setda Sragen, Yuniarti, mengaku sudah mendapat informasi kerusakan jalan tersebut. Dia pun sudah menanyakan hal itu kepada Kepala DPUPR Sragen, Marija.

Berdasarkan keterangan Marija, ruas jalan yang rusak sudah masuk agenda perbaikan 2018. “Pak Marija juga sudah mengirim tim untuk cek lokasi yang rusak,” ujar Yuniarti.

Dia menerangkan jalan yang akan diperbaiki meliputi ruas Klentang-Jenalas, Jenalas-Nganti, dan Nganti-Janti. “Tapi untuk detail anggarannya DPUPR yang tahu,” kata dia.

Sedangkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyatakan hak setiap warga untuk memberikan masukan dan saran. Tugas Pemkab membuat skala prioritas. “Memberikan masukan dan saran ya boleh saja. Toh sudah kami masukkan 2018. Tinggal proses pelelangan dan pengerjaan konstruksi. Tentu harus prosedural,” urai dia.

Yuni, panggilan akrabnya, menjelaskan DPUPR sudah memasukkan sebagian paket proyek untuk diproses lelang. Tapi dia tak tahu paket jalan Jubel sudah masuk atau belum.

“Kan proyek di DPUPR dibagi dalam tiga gelombang. Lah yang Klentang ini masuk yang mana saya tidak tahu. Nanti bisa dicek di dinas teknis terkait [DPUPR],” saran dia.

Yuni mengaku bisa memahami alasan warga mengunggah foto jalan rusak yang ditanami pohon ke medsos. Sebab fenomena generasi zaman now menurut dia memang begitu.¬†“Generasi zaman now itu makan saja difoto dan diunggah di medsos. Jadi ya bagi saya biasa-biasa saja. Tugas pemerintah membuat skala prioritas mana yang penting,” kata dia.

Tapi Yuni berharap pohon pisang yang sudah ditanam warga bisa dicabut lagi. Sebab sudah dipastikan Pemkab telah menganggarkan dana perbaikan tahun 2018 ini. “Tapi kalau tidak percaya ya silahkan ditambahi pohonnya biar tumbuh dan berbuah. Peran Humas [Setda] sangat sentral untuk memberikan informasi seperti ke dinas teknis,” tegas dia.

Yuni menerangkan sebenarnya Pemkab sudah mempunyai hotline Lapor Mbak Yuni via nomor ponsel. Justru bila aspirasi disalurkan melalui hotline itu bisa cepat direspons Pemkab.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….