Puluhan pegawai honorer K2 di wilayah Sleman mendatangi Gedung DPRD Sleman, Jumat (12/1/2018). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Puluhan pegawai honorer K2 di wilayah Sleman mendatangi Gedung DPRD Sleman, Jumat (12/1/2018). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 13 Januari 2018 11:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Honorer K2 Sleman Terus Tuntut Jadi PNS

Honorer K2 mengadu ke Dewan.

Solopos.com, SLEMAN–Puluhan pegawai honorer kategori 2 (K2) wilayah Sleman mendatangi Gedung DPRD setempat, Jumat (12/1/2018). Mereka meminta dukungan dari Dewan agar memperjuangkan status mereka.

Ketua Forum Honorer K2 Korda Sleman Eko Murjiyanto mengatakan kedatangan mereka ke Gedung Dewan untuk meminta dukungan konkret dari DPRD Sleman agar pemerintah pusat segera menerbitkan payung hukum untuk pengangkatan pegawai honorer K2 menjadi CPNS. “Kami meminta Dewan mendukung agar ada revisi UU. No 5/2015 tentang Aparatur Sipil Negara [ASN],” katanya saat beraudiensi dengan Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, Jumat.

Menurutnya, revisi UU ASN tersebut penting dilakukan. Salah satu klausul yang diperjuangkan, minimal pengabdian honorer selama 10 tahun tanpa melalui seleksi, tes kompetensi dan batasan usia. Dia beralasan, usualan tersebut sangat manusiawi karena selama ini para honorer yang mengabdi minimal 10 tahun memiliki pengalaman yanh cukup. “Para honorer K2 sudah banyak pengalaman sehingga tidak perlu dilakukan atau seleksi lagi,” katanya.

Eko memaparkan, awalnya jumlah honorer K2 berdasarkan pendataan tahun 2005 berjumlah 1.173 orang. Jumlah tersebut berkecimpung di sektor pendidikan. Kemudian ada GTT/PTT saat mengikuti seleksi pada tahun 2013 sekitar 400 orang lolos. “Jumlah honorer K2 berkurang menjadi 700 orang lebih. Terus ada peralihan pengelolaan pegawai di SMA/SMK ke Provinsi sebanyak 141 orang. Saat ini total honorer K2 di Sleman sekitar 500 orang,” jelasnya kepada Harianjogja.com.

Dari sisi masa kerja, Eko menjelaskan, ke 500 orang honorer tersebut tersebar di seluruh instansi unit kerja dengan masa kerja di atas 10 tahun. Paling lama ada yang 34 tahun. Dia berharap, Dewan membuat surat dukungan pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS. “Kami sangat dibutuhkan di unit kerja [sekolah] apalagi Sleman kekurangan pegawai baik guru maupun staf kantor,” ujarnya.

Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mendukung keinginan Forum Honore K2 tersebut. Menurutnya, Dewan langsung mengirimkan surat dukungan permintaan pegawai honorer itu ke Kementerian AP dan Reformasi Birokrasi. “Satu surat dukungan lainnya dibawa oleh Forum Honorer K2 untuk dibawa ke Jakarta,” ujarnya.

Dijelaskan Haris, dukungan kepada Honorer K2 untuk menjadi CPNS merupakan komitmen dari Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi). Pasalnya, ada rekomendasi yang dihasilkan oleh Adkasi agar memperjuangkan nasib honorer K2. “Kasihan mereka, sudah mengabdi puluhan tahun tetapi belum mendapatkan haknya,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….