Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari. Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari. (JIBI/Bisnis/Alif N.R.)
Sabtu, 13 Januari 2018 10:50 WIB Alif Nazzala Rizqi/JIBI/Bisnis Semarang Share :

HARGA KEBUTUHAN POKOK
Bulog Jateng Klaim Stabilkan Harga Beras

Harga kebutuhan pokok beras di Jawa Tengah (Jateng) berangsur stabil.

Solopos.com, SEMARANG – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah (Jateng) mengklaim berhasil menstabilkan harga kebutuhan pokok, beras kualitas medium, di wilayah kerjanya. Keberhasilan itu tak terlepas dari operasi pasar yang dilakukan Bulog Divre Jateng di 15 pasar se-Jateng.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari, menuturkan sejauh ini operasi pasar cukup berhasil menekan harga beras dipasarkan sehingga mahalnya beras beberapa waktu lalu tidak terjadi pada pertengahan Januari 2018.

“Kita berhasil menstabilkan harga beras seperti yang terjadi di Pasar Karang Ayu Semarang, beras jenis medium turun Rp500 – Rp800 per kg. Hal ini yang menjadikan Bulog berhasil stabilkan harga beras. Operasi pasar dilakukan atas kerja sama beberapa pihak antara lain, Bank Indonesia serta Tim Pengendali Inflasi Daerah [TPID],” ujar Djoni, Jumat (12/1/2018).

Kendati demikian, keberhasilan itu sepertinya tidak berlaku di Pasar Johar Semarang. Harga kebutuhan pokok, beras kualitas medium, di salah satu pasar induk di Kota Semarang itu masih terbilang tinggi, yakni Rp10.000 per kg atau lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp9.350 kg.

Sementara itu Bulog Divre Jateng hingga hari ini telah menyalurkan 17.200 ton beras atau 58,29% dari target penyaluran yang ditetapkan sepanjang Januari 2018. Penyaluran beras dilakukan Bulog Divre Jateng melalui distributor atau mitra Bulog.

“Kami terus melakukan pendistribusian ke sejumlah pasar tradisional guna merealisasikan target penyaluran 30.000 ton. Namun, jika masih kurang akan kita tambah sebab stok kami mencukupi,” ujar Djoni.

Djoni menjelaskan, kegiatan operasi pasar akan berlangsung hingga Maret nanti. Ia berharap selama musim paceklik harga beras tidak melambung tinggi dan tidak menyulitkan masyarakat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….