Kawasan depan eks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jateng. Foto diambil Jumat (12/1/2018). (Iskandar/JIBI/Solopos) Kawasan depan eks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jateng. Foto diambil Jumat (12/1/2018). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Sabtu, 13 Januari 2018 12:00 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Eks PG Colomadu "Disulap" Jadi Convention Hall dengan Trotoar 9 Meter

Eks PG Colomadu direvitalisasi menjadi pusat kebudayaan di Jateng.

Solopos.com, KARANGANYAR — Revitalisasi bangunan eks Pabrik Gula (PG) Colomadu di Desa Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, yang dirancang menjadi pusat kebudayaan di Jateng hingga kini sudah mencapai 80 persen.

Batas akhir waktu pengerjaan proyek revitalisasi bangunan eks Pabrik Gula (PG) Colomadu, di Desa Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jateng segera tiba. Sebab revitalisasi tahap pertama harus selesai Maret 2018 mendatang.

Penanggung Jawab Bangunan dari PT Sinergi Colomadu, Edison Suardi, ketika ditemui wartawan di kantornya Jumat (12/1/2018), mengatakan revitalisasi ini di antaranya mengubah beberapa bangunan yang dulu digunakan untuk aktivitas PG Colomadu menjadi beberapa fungsi.

Di antaranya bangunan bagian depan yang berisi mesin bekas penggilingan tebu digunakan untuk heritage museum. Di belakangnya difungsikan untuk convention hall berkapasitas 3.000 orang dan belakangnya untuk transit artis.

Ruangan lainnya di kompleks yang masih satu atap itu difungsikan untuk royal cafe, merchandise, food and beverage, fine dining, multifunction hall dan sebagainya.

Karena itu, Edison Suardi mengatakan pihaknya bekerja keras mengebut pemugaran bangunan eks PG ini. Guna menunjang kelancaran pemugaran pihaknya mengerahkan 400 tenaga kerja. Mereka bekerja dari pagi sampai pukul 22.00 WIB.

Pihaknya sengaja membatasi jam kerja maksimal pukul 22.00 WIB sebab jika jam kerja melebihi pukul 22.00 WIB dinilai tidak efektif. “Di luar itu malah kelelahan dan besoknya tidak bisa bekerja meksimal. Jam kerja yang kami terapkan itu masih normal,” ujar dia.

Untuk kendala yang dihadapi, kata dia, sekarang ini adalah faktor cuaca. Sebab pihaknya saat ini mengerjakan pekerjaan yang banyak berada di ketinggian sehingga jika turun hujan, pekerja harus turun.

Hal ini, papar dia, untuk menghindari agar para pekerja tak tergelincir, menghindari sambaran petir dan sebagainya. Selain itu jika pengerjaan yang dilakukan pengecatan, terutama jika mengecat bagian luar jika turun hujan tentu harus berhenti. Kendati demikian Edison tetap otimistis pemugaran akan selesai sesuai jadwal.

Untuk area out door terutama yang terletak di sisi timur bangunan inti, kata Edison, pemugaran hampir rampung. Saat ini pekerja tinggal menyelesaikan hal-hal kecil.

Sedangkan pagar tembok bagian luar yang sekarang ada nanti akan digempur dan dibangun lebih masuk ke belakang. Karena trotoar di depan PG Colomadu rencananya akan diperlebar menjadi sembilan meter.

Selain itu pagar baru nanti akan dibangun lebih pendek dari pagar yang sekarang ada yaitu 1,20 meter. Dengan demikian masyarakat luas akan bisa menikmati kemolekan bagian dalam bangunan di kompleks eks PG Colomadu yang telah dipugar.

“Nanti di trotoar itu ada tempat duduk setinggi 80 sentimeter dan di sekitarnya diberi tanam-tanaman. Trotoar sengaja dibuat lebar 9 meter karena tempat itu nanti akan banyak dimanfaatkan orang-orang untuk selfi dan foto-foto lainnya,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….