Evakuasi bocah balita dari sumur di Jetu, Tegalgede, Karanganyar, Sabtu (13/1/2018). (Istimewa/BPBD Karanganyar) Evakuasi bocah balita dari sumur di Jetu, Tegalgede, Karanganyar, Sabtu (13/1/2018). (Istimewa/BPBD Karanganyar)
Sabtu, 13 Januari 2018 20:43 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Bermain, Bocah Balita 2 Tahun Asal Tegalgede Karanganyar Tercebur Sumur 13 Meter

 Askha berusia 2 tahun tercebur sumur sedalam 13 meter.

Solopos.com, KARANGANYAR –- Seorang anak di bawah lima tahun (balita), Askha Issara Ghozali, 2,5, warga Jetu, Tegalgede, Karanganyar, kecemplung di sumur di rumahnya, Sabtu (13/1/2018) siang. Meski kecemplung ke dalam sumur kedalaman sekitar 13 meter, balita tersebut mengalami luka di bagian kepala.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.comkecemplung-nya Ghozali ke dalam sumur itu bermula saat dirinya bermain di dekat sumur ditemani ibunya. Saat bermain itu, Ghozali naik ke atas sumur yang sebenarnya sudah ditutup bambu.

Tanpa sengaja, Ghozali menginjak bambu tersebut. Lantaran bambu sudah lapuk, Ghozali kecemplung ke dalam sumur. Spontan, hal tersebut membuat panik ibunya. Tak berselang lama, warga bersama sukarelawan yang berada di sekitar Jetu bahu-membahu menyelamatkan Ghozali.

“Bocah Balita itu dapat dievakuasi dengan selamat. Balita itu hanya mengalami luka di bagian kepala dan sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, kepada Solopos.com, Sabtu.

Hal senada dijelaskan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karanganyar, Bambang Jatmiko. Warga bersama sukarelawan yang bersiaga di Kota Karanganyar langsung mendatangi lokasi kejadian guna memberikan bantuan ke balita yang kecemplung di sumur itu. Sukarelawan dan warga menggunakan berbagai alat yang dibutuhkan, seperti tali saat mengevakuasi balita di Jetu.

“Dengan adanya kejadian itu, kami mengimbau kepada seluruh warga di Karanganyar agar selalu memperhatikan tingkah laku anak-anaknya saat bermain. Orangtua juga harus dapat menjaga tempat-tempat yang dinilai membahayakan bagi anak-anak. Tak hanya yang memiliki sumur, tapi juga yang memiliki kolam atau empang harus selalu diawasi ekstra saat bermain,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….