Lahan sisi barat wisata WGM Wonogiri yang belum bisa digunakan karena UPT Wisata WGM Wonogiri belum mendapat alokasi anggaran untuk pengerasan pada 2018, Senin (8/1/2018). (Rudi Hartono/JIBI/SOLOPOS) Lahan sisi barat wisata WGM Wonogiri yang belum bisa digunakan karena UPT Wisata WGM Wonogiri belum mendapat alokasi anggaran untuk pengerasan pada 2018, Senin (8/1/2018). (Rudi Hartono/JIBI/SOLOPOS)
Jumat, 12 Januari 2018 13:15 WIB Rudi Hartono/JIBI/SOLOPOS Wonogiri Share :

Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Butuh Lahan Parkir Baru

Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri butuh lahan parkir baru.

Solopos.com, WONOGIRI—Pengelola Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri butuh lahan parkir baru untuk mendongkrak jumlah pengunjung. Pengelola meyakini minimnya area parkir di objek wisata ini membuat pengunjung enggan datang. Hal ini lantaran setiap kali mereka masuk harus antre panjang karena terbatasnya tempat parkir.

Padahal lahan seluas 3 hektare (ha) di sisi barat WGM telah disewa untuk keperluan parkir sejak tahun lalu. Akan tetapi, tanah sewaan ini  belum dikeraskan.

Kepala UPT Wisata WGM Wonogiri, Pardianto, mengatakan objek wisata di bawah tanggung jawab Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Wonogiri ini tidak mendapat anggaran pembangunan lahan parkir baru di Wisata WGM, tahun ini.

Padahal, lahan parkir baru mendesak dibangun. Berdasar pengukuran, dari total 3 hektar, lahan yang dapat dimanfaatkan untuk parkir seluas lebih kurang 7.700 m2. Luasan itu dapat menampung 1.000-an mobil.

“Dasarannya dikeraskan saja sudah bisa dipakai sebenarnya. Dana untuk pengarasan enggak banyak, sekitar Rp250 juta. Tapi karena tak ada anggaran untuk itu ya enggak bisa [kerjakan proyek],” kata Pardianto, saat ditemui Solopos.com, Senin (8/1/2018).

Ia melanjutkan jika lahan parkir baru di sisi barat itu dapat digunakan bakal bisa mengatasi dua masalah. Pertama, minimnya pengunjung yang membeli dagangan pedagang kaki lima (PKL) yang sudah ditempatkan di 80 tempat permanen.

Pusat PKL bakal dilalui pengunjung yang akan menuju wahana wisata atau pun parkir kendaraan untuk pulang. Jika ramai pengunjung, seperti momen Lebaran dan Tahun Baru, penjualan PKL diyakini bisa melonjak.

“Kalau nanti lahan parkir yang baru bisa digunakan tentu kami akan mengatur arus pengunjung agar melintas di pusat PKL,” imbuhnya.

Kedua, masalah kepadatan lalu lintas di jalan utama menuju tempat wisata akibat antrean panjang kendaraan saat masuk lokasi. Arus lalu lintas padat biasanya terjadi ketika pengunjung membeludak, sepeti momen Lebaran dan Tahun Baru.

Hal ini karena proses parkir kendaraan cukup lama mengingat kapasitas tempat parkir terbatas. Alhasil, petugas harus mengatur sedemikian rupa supaya kendaraan bisa tertampung.

Berdasar tingkat kunjungan saat momen Tahun Baru, 1 Januari lalu, lahan parkir reguler wisata WGM maksimal bisa menampung 4.300-an sepeda motor, 1.400-an mobil pribadi,  dan beberapa truk/bus. Padahal, kendaraan pengunjung yang hendak masuk jauh lebih banyak. Akibatnya, banyak pengunjung yang mengurungkan niat masuk tempat wisata karena lahan parkir penuh.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Wonogiri, Suyud Setiawan, mengatakan pihaknya akan meminta petunjuk Bupati ihwal pemanfaatan lahan parkir baru di wisata WGM. Dia berharap ada kebijakan khusus, sehingga bisa mendapat anggaran mendahului APBD perubahan untuk pengerasan lahan.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….