Juliyatmono dan Rober Christanto naik sepeda onthel saat akan mendaftarkan diri ke KPU Karanganyar, Rabu (10/1/2018). (Istimewa/Timses Juliyatmono-Rober Christanto) Juliyatmono dan Rober Christanto naik sepeda onthel saat akan mendaftarkan diri ke KPU Karanganyar, Rabu (10/1/2018). (Istimewa/Timses Juliyatmono-Rober Christanto)
Jumat, 12 Januari 2018 08:35 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PILKADA 2018
Ogah Masuk Koalisi, Ini yang Dilakukan PKS Karanganyar Selanjutnya

PKS Karanganyar memastikan tidak akan masuk koalisi mendukung pasangan calon Yuli-Rober.

Solopos.com, KARANGANYAR — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Karanganyar memilih berada di luar koalisi besar yang digalang pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) Juliyatmono-Rober Christanto di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Di sisi lain, kader PKS yang bakal diceraikan Juliyatmono, Rohadi Widodo, menyatakan akan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan Juliyatmono karena masih memimpin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar hingga 15 Desember 2018.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, Bupati Karanganyar sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Karanganyar, Juliyatmono, akhirnya memilih kader PDIP Karanganyar, Rober Christanto, sebagai pendampingnya di Pilkada 2018.

Juliyatmono-Rober Christanto didukung koalisi besar dengan delapan parpol yakni PDIP, Partai Golkar, PKB, Partai Demokrat, PPP, PAN, Partai Hanura, dan Partai Gerindra. Delapan parpol itu memiliki 39 dari total 45 kursi di DPRD Karanganyar.

Baca:

PILKADA 2018 : KPU Karanganyar Buka Kembali Pendaftaran Cabup-Cawabup Senin Pekan Depan

Pengamat Politik Sebut Pilkada Karanganyar 2018 Sudah Selesai

Satu-satunya parpol yang tak bergabung dengan koalisi besar tersebut, yakni PKS yang memiliki enam kursi di DPRD Karanganyar. PKS Karanganyar juga tak dapat mengusung pasangan calon sendiri karena syarat parpol bisa mengusung pasangan calon harus punya minimal sembilan kursi di DPRD Karanganyar.

“Kami sudah memutuskan berada di luar koalisi. Komunikasi saya dengan Pak Juliyatmono akan baik. Saya masih menjalankan amanah sebagai wakil bupati Karanganyar hingga 15 Desember 2018,” kata Rohadi Widodo, kepada Solopos.com, Kamis (11/1/2018).

Rohadi Widodo mengaku sudah berusaha mencari pasangan untuk diajak maju dalam Pilkada 2018. Hingga pendaftaran terakhir di KPU Karanganyar, Rabu (10/1/2018), Rohadi Widodo tak menemukan pasangan yang cocok.

“Kami mohon maaf yang setulus-tulusnya karena tentu ada kader, simpatisan, sukarelawan,  masyarakat, dan seluruh kawan-kawan semua  yang kecewa,” katanya.

Hal senada dijelaskan Ketua DPD PKS Karanganyar, Joko Tri Susilo. Di Pilkada 2018, PKS Karanganyar memilih pasif.

“Karena tidak ada pasangan yang tepat, PKS dan Pak Rohadi Widodo memutuskan pasif. Terima kasih kepada seluruh parpol, khususnya Partai Gerindra dan PAN yang sampai detik-detik akhir masih menjalin komunikasi dengan PKS,” katanya.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….