Karyawan menyablon kaus pesanan salah satu pasangan calon pemimpin kepala daerah di Oxygene T Shirt Product, Banjarsari, Kamis (3/8/2015). (JIBI/Solopos/Shoqib Angriawan)
Jumat, 12 Januari 2018 10:15 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/SOLOPOS Soloraya Share :

PILKADA 2018
Belum Kampanye, Bisnis Sablon dan Cetak di Solo Mulai Laris

Bisnis sablon dan cetak di Solo mulai laris jelang Pilkada 2018.

Solopos.com, SOLO—Pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar di sejumlah daerah di Indonesia, berdampak pada bisnis sablon atau percetakan di Kota Solo. Beberapa pelaku usaha percetakan atau sablon pun sudah menerima order untuk bahan kampanye.

Pemilik Gage Design, Bambang Nugroho, mengatakan saat ini pihaknya sudah menerima order untuk kebutuhan pilkada di beberapa daerah seperti dari daerah Pacitan, Ponorogo dan Madiun, Jawa Timur. (baca: PILKADA 2017 : Kampanye Pilkada Jogja dan Kulonprogo Bakal “Jor-joran”)

“Tapi untuk saat ini yang banyak baru cetak MMT. Kalau cetak stiker dan sebagainya belum. Sebab saat ini [penentuan] pasangan calon [kepala daerah] kan baru saja. Tapi di luar pilkada, kami juga banyak mendapat order untuk pembuatan spanduk-spanduk dalam rangka ulang tahun partai,” kata pria yang akrab disapa Bambang gage tersebut, saat ditemui di lokasi usahanya, Kamis (11/1/2017).

Selain dari wilayah Jawa Timur, dia mengaku sudah mendapat pesanan untuk Pilkada Jawa Tengah. Meskipun jumlahnya belum banyak. Dia juga mengatakan order yang masuk kepadanya tidak semuanya datang secara langsung, namun ada pula yang datang melalui perantara biro-biro iklan.

Menurutnya, pemesanan bahan kampanye tersebut biasanya akan datang secara bertahap menyesuaikan tahapan-tahapan pelaksanaan pilkada.

“Saat ini mungkin ada yang sudah yang mendahului [pesan]. Meskipun nanti juga akan menyesuaikan masalah baju, jargon. Setelah itu nanti saat nomor urut muncul, akan pesan lagi,” imbuhnya.

Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun politik sebelumnya, Bambang mengatakan pesanan bahan kampanye akan meningkat tajam setelah adanya nomor urut pasangan calon kepala daerah dan menjelang pemilihan. Terkait harga, ia masih memasang harga standar, yakni untuk cetak MMT sekitar Rp15.000 per meter persegi.

“Sekarang pemesanan bisa dikomunikasikan melalui telepon seluler. Kalau disain sudah kami buat, kami bisa tunjukkan dulu ke pemesan dengan mengirimkan fotonya melalui telepon seluler. Kalau dulu kan harus dicetak, nanti dibawa ke pemesan, kalau ada revisi balik lagi. Sekarang sudah mudah,” katanya.

Sementara itu, pemilik Digipro, Muhammad Al Amin, mengatakan ia sudah mendapatkan pesanan pembuatan kaos kampanye Pilkada dari luar Jawa. Dia mengatakan sejak 2003 lalu Digipro melayani pesanan pembuatan bahan kampanye seperti kaos, baju, spanduk, bendera dan sebagainya.

“Saat ini Digipro sedang mengerjakan pesanan kaos pilkada dari Kalimantan Selatan. Kalau untuk pesanan cetakan belum ada,” jelasnya.

 

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….