Ilustrasi pilkada langsung (JIBI/Dok) Ilustrasi pilkada langsung (JIBI/Dok)
Jumat, 12 Januari 2018 10:25 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Pemilih Pilkada Karanganyar 2018 Diperkirakan 700.000-an Orang

Pilkada Karanganyar 2018, jumlah pemilih diperkirakan mencapai 700.000-an orang.

Solopos.com, KARANGANYAR — Jumlah pemilih di daftar pemilih sementara (DPS) di pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 diperkirakan mencapai 700.000-an orang. Sesuai rencana, penetapan DPS di pilkada Karanganyar paling cepat Maret 2018.

Demikian penjelasan anggota Komisioner Divisi Perencanaan dan Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar, Nur Fatkhurohman, saat ditemui di kantornya, Kamis (11/1/2018).

Saat ini, KPU Karanganyar masih menunggu hasil sinkronisasi data pemilih yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres 2014 dengan daftar penduduk potensial pemilihan (DP4).

“Saat ini, sinkronisasi masih berlangsung. Panitia pemungutan suara (PPS) juga masih memetakan. Akhir pekan ini, diharapkan sinkronisasi sudah rampung. Kami belum bisa ngomong angka yang akan muncul di DPS. Tapi, kisarannya tak melebihi angka 732.000. Itu juga mengacu DPT di pemilu terakhir [Pilpres] yang mencapai 688.635 pemilih. Tapi, lebih detailnya tunggu hasil sinkronisasi rampung akhir pekan ini,” kata Nur Fatkhurohman.

Nur Fatkhurohman mengatakan setelah tahapan sinkronisasi DPT Pilpres dan DP4 rampung, KPU melakukan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit). Saat dilakukan coklit, kemungkinan besar data hasil sinkronisasi mengalami perubahan.

“Data pemilih di pilpres 2014 dan DP4 itu pasti akan berubah saat memasuki coklit. Soalnya, ada warga meninggal dunia atau pindah domisili. Coklit itu dilakukan 20 Januari-18 Februari 2018. Begitu tahapan coklit rampung, baru bicara DPS. DPS akan diumumkan Maret 2018. Untuk daftar pemilih tetap (DPT) diumumkan April 2018,” katanya.

Anggota Komisioner Divisi Teknis KPU Karanganyar, Muhammad Maksum, mengatakan paslon yang bertarung di pilkada 2018 hanya Juliyatmono-Rober Christanto. Paslon itu didaftarkan gabungan parpol yang memiliki 39 kursi di DPRD Karanganyar.

“Kami tetap menyusun tahapan-tahapan pilkada, seperti jadwal kampanye yang berlangsung 15 Februari-23 Juni 2018. Lantaran paslon tunggal, nantinya tidak ada debat, tapi penjabaran visi dan misi. Kalau debat biasanya digelar hingga tiga kali. Berhubung hanya penjabaran visi dan misi, kemungkinan besar dilakukan satu kali. Paslon tunggal ini memang membuat biaya pilkada lebih hemat. Kami tak perlu mengeluarkan baliho yang banyak juga karena paslonnya hanya satu,” kata dia.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….