Suhantoro, memberikan makan ikan miliknya di Susukan 2, Genjahan, Ponjong, Kamis (11/1/2018). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja) Suhantoro, memberikan makan ikan miliknya di Susukan 2, Genjahan, Ponjong, Kamis (11/1/2018). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 12 Januari 2018 17:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Pembudidaya Ikan di Gunungkidul Tak Tahu Ada Asuransi dari Kementerian

Pembudidaya ikan di Gunungkidul belum mengetahui adanya wacana program asuransi untuk pembudidaya ikan kecil dari Kementrian

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Pembudidaya ikan di Gunungkidul belum mengetahui adanya wacana program asuransi untuk pembudidaya ikan kecil dari Kementrian.

Ketua kelompok budidaya ikan Mina Manunggal, Susukan 2, Genjahan, Ponjong, Suhantoro mengatakan belum mengetahui program tersebut. “Belum tahu malahan, tidak tahu juga,” kata Suhantoro, Kamis (11/1/2018).

Menurutnya saat ini para pembudidaya belum begitu membutuhkan juga asuransi tersebut, karena angka kegagalan masih terbilang kecil atau jarang. Saat ini para pembudidaya ikan di tempatnya lebih mengharapkan bantuan-bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Gunungkidul untuk meningkatkan hasil budidaya mereka.

“Ya harapannya dapat bantuan saja seperti benih, pakan, maupun alat pendukung pembudidayaan, dulu juga pernah diberi bantuan itu. Selain itu juga pembinaan-pembinaan dalam pembudidayaan, dan juga mengatasi penyakit ikan,” ujarnya.

Saat ini kendala yang masih dihadapi para pembudidaya ikan ditempatnya yaitu, pakan yang mahal, lalu permasalahan cuaca, karena memasuki musim kemarau terkadang air menipis, selain itu juga yang belum bisa ditangani sendiri masalah penyakit ikan. Dimana pihaknya harus melapor ke Dinas untuk permasalahan penyakit ikan itu.

Sementara itu kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Gunungkidul, Khairuddin mengatakan informasi terkait asuransi untuk para pembudidaya ikan memang belum sampai ke pihaknya. “Memang belum ada info itu, biasanya ada sosialisasi atau pemberian surat informasi kesini,” kata Khairuddin.

Baru program-program bantuan untuk para pembudidaya ikan tersebut saat ini yang dapat dilakukan untuk mendorong perikanan. Bantuan tersebut berupa bibit ikan, bantuan pakan, dan juga berupa pembinaan.

Selain itu juga pihaknya menyiapkan Pos Pelayanan Ikan Terpadu untuk meneliti atau memantau dari kesehatan ikan jika terjadi permaslaahan ikan mati mendadak.

Khairuddin juga berharap agar budidaya perikanan di Gunungkidul semakin baik, walaupun adanya pandangan, masih sering ada pandangan daerah kekurangan air jika musim kemarau.  Tahun ini produksi perikanan budidaya ditargetkan sebesar 19.773 ton.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….