Seorang pembeli tetap membeli beras di salah satu kios beras di Pasar Wates, Kulonprogo meski harga beras medium yang dibelinya harganya tengah mahal, Kamis (11/1/2018). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Seorang pembeli tetap membeli beras di salah satu kios beras di Pasar Wates, Kulonprogo meski harga beras medium yang dibelinya harganya tengah mahal, Kamis (11/1/2018). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Jumat, 12 Januari 2018 07:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Pedagang Keluhkan Harga Beras yang Makin Mahal

Harga beras medium mencapai Rp12.000 per kg

Solopos.com, KULONPROGO-Kenaikan harga beras kualitas medium jenis IR64 dan C4 dikeluhkan pedagang beras di sejumlah pasar. Harga beras tersebut berkisar antara Rp11.800 hingga Rp12.000 per kilogram.

“Saya dari beberapa hari lalu mencoba mencari beras di Sleman kesulitan. Karena enggak ada gabah, jadi enggak ada beras,” ujar Bambang salah satu pedagang beras asal Jogja yang ditemui Harianjogja.com di Pasar Wates, Kamis (11/1/2018).

Bambang mengaku sudah beberapa hari ini kesulitan mendapatkan pasokan beras untuk dijual kembali. Gagal panen pada akhir tahun lalu membuat sejumlah daerah tidak bisa memproduksi beras. “Sepertinya harganya akan tinggi sampai dua bulan ke depan karena panen baru akan ada April nanti,” imbuh Bambang.

Bambang mengatakan, beras kulakannya biasanya dipasok ke sejumlah toko sembako dan rumah makan. Harga jual saat ini berksiar antara Rp10.200 sampai Rp12.000 per kg.

Novi, pedagang beras di Pasar Wates mengungkapkan, harga beras sudah beberapa hari ini kenaikannya tidak wajar. Untuk beras medium dari Delanggu, Klaten, Jawa Tengah jenis IR64 harga jual tiga hari lalu baru Rp10.800 per kilogram. “Sekarang ini saya jualnya Rp11.600 per kilogram. Kalau IR Super sekarang ini sampai Rp12.400 per kilogram,” ungkap Novi.

Harga beras jenis C4 sebelumnya juga hanya dipatok Rp10.600 sekarang ini harga jualnya sampai Rp11.400 per kilogram. Harga beras dari Gapoktan Kulonprogo saja harganya juga sudah tinggi.

“Harga beras dari gapoktan ini tiga hari lalu, pagi diantar saya masih bisa jual Rp11.500, tetapi sorenya saat saya minta dipasok lagi karena stok habis, harganya naik lagi dan saya jualnya jadi Rp11.800. Ada yang paling murah itu Rp9.500, tetapi barangnya tidak ada,” jelas Novi.

Sri, salah satu pembeli juga mengeluhkan mahalnya harga beras. Sebagai kebutuhan pokok, Sri mengaku terpaksa membeli meski harganya tinggi. “Mau bagaimana lagi, kalau tidak dibeli, anak-anak saya tidak makan nanti,” ungkap Sri.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….