Pasar Waru Kota Semarang yang pernah terbakar kini telah dibangun kembali. (JIBI/Solopos/Antara/Zuhdiar Laeis) Pasar Waru Kota Semarang yang pernah terbakar kini telah dibangun kembali. (JIBI/Solopos/Antara/Zuhdiar Laeis)
Jumat, 12 Januari 2018 07:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PASAR TRADISIONAL SEMARANG
Dibangun Lagi Setelah Kebakaran, Lapak Pasar Waru Dibagikan ke Pedagang

Pasar tradisional Waru di Kota Semarang dibagi-bagikan lapaknya kepada para pedagang, Jumat (12/1/2018) ini.

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Perdagangan Kota Semarang menjadwalkan pembagian lapak pedagang di Pasar Waru Semarang sehingga bisa segera ditempati pedagang yang tergusur gara-gara pasar tradisional tersebut terbakar. “Kami jadwalkan pada Jumat [12/1/2018] sudah bisa dibagi lapaknya [di Pasar Waru],” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto, Kamis (11/1/2018).

Ia menyebutkan setidaknya ada 520 pedagang yang menempati Pasar Waru Semarang yang terdiri atas 70 pedagang di kios, 225 pedagang yang menempati los, dan sisanya pedagang pancakan (pasar pagi).

Menurut dia, sebenarnya sudah dilakukan sosialisasi mengenai pembagian lapak pasar tradisional itu, tetapi paguyuban pedagang Pasar Waru menghendaki rapat internal untuk penentuan lapak atau kios yang akan ditempati. “Ya, kami persilakan [rapat internal pedagang]. Namun, untuk yang los tetap akan kami undi, sebab ada kaitannya dengan zonasi [jenis barang dagangan],” katanya.

Setelah Pasar Waru Semarang terbakar, para pedagang menempati pasar darurat untuk meneruskan kegiatan perdagangan sementara menunggu pasar tradisional tersebut diperbaiki dan dibangun. Di lapak darurat pedagang Pasar Waru Kota Semarang juga sudah dibagi zonasi-zonasi komoditas perdagangan, seperti buah-buahan, bumbu, daging, gerbaah, hasil bumi, kelontong, hingga konveksi.

Namun, para pedagang sempat mengeluhkan kondisi lapak darurat Pasar Waru yang kurang representatif, seperti ukuran lapak yang terlalu sempit dan kondisi atap bangunan yang terbuka. Untuk ukuran lapak di Pasar Waru Kota Semarang yang baru selesai dibangun, Fajar menyebutkan ukuran los seluas 3 m x 1,5 m yang nantinya akan dibagi dua agar bisa menampung pedagang.

“Para pedagang yang menempati los juga sudah setuju. Di Pasar Waru los ukurannya 3 m x 1,5 m. Nanti, akan kami bagi dua agar cukup menampung pedagang pancakan,” katanya.

Apalagi, kata dia, masih tersedia lahan yang cukup untuk menampung pedagang pancakan sehingga mereka tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat di Pasar Waru Semarang. “Kami ingin mempercepat relokasi pedagang kembali ke Pasar Waru Semarang. Ya, kalau terus menerus di tempat relokasi [lapak darurat] kasihan pedagang,” kata Fajar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….