Siswa kelas 8 dan 9 SMP Muhammadiyah 1 Bantul mogok masuk sekolah dan berunjukrasa, Kamis (11/1/2018) menuntut transparansi keuangan terkait kenaikan SPP per tahunnya. (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Siswa kelas 8 dan 9 SMP Muhammadiyah 1 Bantul mogok masuk sekolah dan berunjukrasa, Kamis (11/1/2018) menuntut transparansi keuangan terkait kenaikan SPP per tahunnya. (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 12 Januari 2018 08:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Demo Siswa SMP Muhammadiyah I Bantul Diduga Digerakkan Guru

Para pelajar tersebut menuntut transparansi keuangan dan penggantian kpala sekolah

Solopos.com, BANTUL-Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul menuding ada oknum guru di balik demo ratusan siswa-siswi kelas 8 dan 9 SMP Muhammadiyah I Bantul, Kamis (11/1) pagi. Para pelajar tersebut menuntut transparansi keuangan dan penggantian Kepala Sekolah Isti’anah karena telah habis masa jabatannya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul Sahari menyesalkan adanya unjuk rasa yang dilakukan ratusan pelajar tersebut. Apalagi itu dilakukan saat jam aktif KBM. Menurut Sahari, seharusnya ratusan siswa-siswi tersebut dapat belajar, sesuai haknya sebagai pelajar SMP. Ia menuding ada aktor guru yang kurang cocok dengan kebijakan kepala sekolah dan menggunakan murid sebagai tameng untuk menyampaikan aspirasinya.

“Kami prihatin. Ada dugaan kuat mereka digerakkan guru. Ono sik ngajari. Seharusnya, kalau memang ada ketidakpuasan dengan kebijakan kepsek bisa berkomunikasi misalnya lewat rapat atau musyawarah. Bisa juga menyampaikan aspirasi ke lembaga Dikdasmen Muhammadiyah,” katanya.

Di sisi lain, Sahari membenarkan masa jabatan Isti’anah sebagai Kepala Sekolah memang telah habis pada Oktober 2017 lalu. Ia menyebut telah memproses SK kepindahannya kepada pihak Pemkab Bantul. Pasalnya, SK Isti’anah sebagai Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah I Bantul merupakan SK Bupati, sehingga untuk memindahnya butuh persetujuan Bupati.

“Sudah dalam tahap proses. Kami kan harus usul ke Pemkab, harus sesuai pprosedur yang Seharusnya berlaku di pemerintahan. Guru harusnya bisa sabar,” imbuhnya.

Terkait dugaan urusan keuangan yang kurang transparan, Sahari mengatakan telah menindaklanjuti aspirasi tersebut jauh-jauh hari dengan menugaskan lembaga dikdasmen Muhammadiyah memeriksanya. Hasilnya tidak ditemukan penyimpangan-penyimpangan yang dituduhkan.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….