JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi GKR Hemas, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X bersama istri Gusti Kangjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam menyaksikan Tari Bedoyo Tirto Hayuningrat dalam acara Tinggalan Dalem ke-27 yang sekaligus perayaan ulang tahun ke-70 HB X di Bangsal Kencana, Karaton Ngayogyakarta, Yogyaarta, Sabtu (07/05/2016) malam. Tari yang merupakan karya Sultan HB X yang ke-2 ini ditarikan oleh Putri putri Sultan bersama penari kraton. JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi GKR Hemas, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X bersama istri Gusti Kangjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam menyaksikan Tari Bedoyo Tirto Hayuningrat dalam acara Tinggalan Dalem ke-27 yang sekaligus perayaan ulang tahun ke-70 HB X di Bangsal Kencana, Karaton Ngayogyakarta, Yogyaarta, Sabtu (07/05/2016) malam. Tari yang merupakan karya Sultan HB X yang ke-2 ini ditarikan oleh Putri putri Sultan bersama penari kraton.
Jumat, 12 Januari 2018 12:52 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Budaya Jogja Berkesempatan Tampil di Eropa Timur

Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, mengunjungi Kompleks Kepatihan

Solopos.com, JOGJA–Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, mengunjungi Kompleks Kepatihan, Kamis (11/1/2018), dalam rangka menjajaki peluang kerja sama antara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dengan Kota Baku, Azerbaijan di bidang pariwisata. Harapannya, dari hubungan yang terjalin, nantinya bisa dijadikan kesempatan mengenalkan budaya Jawa ke Eropa Timur.

Husnan dalam kunjungannya diterima langsung oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Pertemuan mulai berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB hingga menjelang siang.

“Ini bukan pertemuan yang pertama, sudah ada pertemuan di sini sebelumnya. Sudah tiga, atau empat kali. Tapi, hari ini pertemuan yang sangat luar biasa. Kenapa? Karena kami langsung bertemu dengan KGPAA Paku Alam X,” ucapnya seusai pertemuan.

Materi perbincangan dengan penguasa Kadipaten Pakualaman itu, kata Husnan, membahas tentang tindak lanjut rencana kerja sama antara Jogja, yang dalam kata-katanya digambarkan sebagai “Kota Budaya dan Kota Peradaban” dengan Kota Baku. Kedubes RI di Azerbaijan ingin menjajaki peluang sinergi yang bisa dikembangkan.

“Kami menjajaki apa saja yang bisa dikembangkan dari dua kota ini, sekaligus dua negara, Indonesia dan Azerbaijan. Kerja sama ini bisa jadi tolok ukur perkembangan pariwisata Indonesia di Eropa Timur,” katanya.

Ia berharap kesepakatan bisa segera terjalin di antara kedua belah pihak. Husnan mengutarakan sudah ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) di bidang budaya dan sejarah.

Selain itu, tahun ini juga diharapkan kunjungan di antara kedua belah pihak bisa terealisasikan.

Husnan menambahkan, pada bulan September mendatang, Kedubes RI di Azerbaijan berencana melangsungkan agenda Indonesia Culture Festival, di Kota Baku. Dirinya pun berharap, delegasi dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat bisa turut ambil bagian dalam.

“Tentu ini bisa jadi kesepakatan untuk promosikan budaya kita ke mancanegara. Kita jelaskan pada dunia, Indonesia itu negara superpower di bidang kebudayaan. Nah, hal tersebut bisa diawali dari budaya Jawa,” tutupnya.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….