Harga beras di salah satu kios beras di Pasar Demangan dipatok mahal, baik dari kualitas medium maupun premium, Jumat (12/1/2018). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja) Harga beras di salah satu kios beras di Pasar Demangan dipatok mahal, baik dari kualitas medium maupun premium, Jumat (12/1/2018). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 12 Januari 2018 22:40 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Beras Premium di Jogja Melambung Menjadi Rp15.000 per Kilogram

Beras premium ikut melambung.

Solopos.com, JOGJA-Tak hanya harga beras medium yang mengalami kenaikan tajam, beras premium juga makin mahal. Beras jenis Rajo Lele dipatok dengan harga Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras medium untuk kualitas super bisa mencapai Rp12.800 per kilogram.

“Awal 2018 ini kenaikan harganya rata-rata sangat tajam. Kenaikannya bahkan sampai Rp2.000 per kilogram, walaupun secara bertahap,” ungkap Joko, salah satu pedagang beras di Pasar Demangan, Jumat (12/1/2018).

Joko memaparkan lonjakan harga beras yang cukup terasa yakni pada jenis mentik wangi. Sebelumnya harga beras ini dipatok Rp11.000 per kilogram. Selama satu setengah bulan, merangkak naik dengan rerata kenaikan Rp500 dan saat ini harganya menembus Rp13.000 sampai Rp13.500 per kilogram.

Sedangkan untuk harga beras kualitas medium, harga per kilogram dipatok dengan rerata Rp12.000 sampai Rp12.800. Joko menambahkan paling murah Rp9.350 dengan jenis C4.

“Namun, ini jenisnya beras stok lama, hasil panen kurang lebih delapan bulan lalu. Kalau semakin baru berasnya, maka semakin mahal. Karena harga beras mahal, pembeli juga mengurangi pembelian, misal biasanya beli sepuluh kilo jadi lima kilogram,” papar Joko.

Joko memaparkan musim kemarau yang panjang dan gagal panen yang terjadi di beberapa wilayah memberikan dampak pada ketersediaan gabah. Akibatnya, beras menjadi mahal karena keterbatasan stok. Kondisi tersebut juga membuat petani memanfaatkan peluang dengan menjual gabah sisa panen sebelumnya dengan harga tinggi. Salah satunya Sri Maryani, petani asal Minomartani mengaku menjual beberapa kuintal gabah yang masih tersisa. “Biasanya harga gabah satu kuintal sekitar Rp500.000, sekarang sampai Rp600.000 lebih,” ungkap Sri

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….