Ilustrasi kapal tenggelam (JIBI/Harian Jogja/Dok.) Ilustrasi kapal tenggelam (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Jumat, 12 Januari 2018 19:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Belasan Kapal Nelayan Tuban Rusak Diempas Ombak, 1 Orang Meninggal

Ombak tinggi mengempaskan kapal nelayan di Tuban.

Solopos.com, TUBAN — Belasan perahu nelayan di sejumlah desa di Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, rusak akibat diempas ombak yang menerjang pantai setempat, Kamis (11/1/2018), sekitar pukul 08.00 WIB.

“Perahu nelayan yang diterjang ombak besar rusak,” ujar Kasubbag Polres Tuban Iptu Pol Agus E.P. di Bojonegoro, Kamis.

Dia menambahkan sesuai laporan yang diterima, perahu yang rusak milik nelayan Hartono, 49; Jasmin, 57; Zubaidi, 39; Barno, 56; Abdulah, 24; Warsikin, 43; Ngatmin, 44; semuanya warga Desa Pabeyan, Kecamatan Tambakrejo.

Selain itu Sintono, 66; Sujak, 65; Avdil Majid, 45; Sumadi, 40; Sami ‘in, 45; Warsito, 50; warga Desa Gadon, Rasmu, 36; Darno, 40; Darsono, 50; Kasmari, 53; warga Desa Sobontoro dan Darmani, 34; warga Desa Glondonggede, juga di Kecamatan Tambakrejo.

Dalam kejadian ombak besar itu, menurut dia, ada satu nelayan atas nama Ahmad Wahono, 32, warga Desa Pabeyan, Kecamatan Tambakboyo, meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, sekitar pukul 06.00 WIB korban Ahmad Wahono berangkat melaut dengan jarak berkisar 1-2 mil dari pantai. Karena ada ombak besar selanjutnya korban langsung kembali ketepi untuk menyelamatkan diri.

Akan tetapi, lanjut dia, ketika perahunya masih di laut dengan jarak sekitar 300 meter dari daratan datang ombak besar yang mengakibatkan perahunya terbalik dan tenggelam, sehingga korban meninggal dunia.

Ia juga menyebutkan nelayan Ngatmin, 34, warga Desa Pabeyan, menderita luka-luka dan Rasmidin, 49, asal Desa Sonontoro, mengalami patah kaki. Sedangkan yang juga menderita luka-luka yaitu Junaidi, 28, nelayan Desa Sobontoro, dan Safi’i Rizki, 21, nelayan Desa Gadon, semuanya di Kecamatan Tambakboyo, di rujuk di RS Dr. Koesma Tuban.

Di lain tempat ombak besar mengakibatkan sebuah perahu di Desa Boncong, Kecamatan Bancar, milik Muklisin tenggelam sekitar pukul 09.00 WIB. Muklisin yang melaut seorang diri perahunya diterjang ombak sehingga terbalik dan tenggelam. Ia ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri kemudian dirujuk di Puskesmas Bancar.

Kapolres Tuban AKBP Sutrisno, menjelaskan ombak besar yang menghantam perahu nelayan di daerah setempat terjadi disebabkan angin mirip puting beliung di daratan sehingga menimbulkan ombak besar. “Perahu nelayan yang diempaskan ombak lokasinya di tepi,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….