Kawasan Semanggi, Solo, tampak dari atas. Foto diambil menggunakan drone oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Solo, Jumat (12/1/2018). (Istimewa/Dinas Kominfo Solo) Kawasan Semanggi, Solo, tampak dari atas. Foto diambil menggunakan drone oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Solo, Jumat (12/1/2018). (Istimewa/Dinas Kominfo Solo)
Jumat, 12 Januari 2018 22:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

Pemkot Solo Memotret Kawasan Kenteng dari Udara, Begini Hasilnya

Pemkot Solo memotret kawasan Kenteng, Semanggi, yang akan ditata dari udara menggunakan drone.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai memotret dari udara kawasan Kenteng tepatnya di tanah besertifikat hak pakai No. 16 (HP 16) di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Jumat (12/1/2018).

Potret udara menggunakan drone itu untuk perbandingan sebelum dan sesudah penataan nanti. Sebagaimana diinformasikan, Pemkot akan menata kawasan tanah HP 16 Kenteng seiring pemekaran wilayah Semanggi menjadi dua kelurahan.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkot merekam visualisasi kawasan kaitannya dengan rencana penataan di wilayah tersebut. Dari pantauan Solopos.com, petugas dari Dinas Kominfo merekam visualisasi kawasan dengan menggunakan pesawat tak berawak atau drone.

Mereka merekam dalam bentuk video dan foto dari dua lokasi, yakni sisi selatan tikungan Jl. Sungai Serang dan dari Taman Semanggi. Selain foto udara, mereka juga memotret sejumlah sudut kawasan yang menjadi batas wilayah, termasuk memotret kondisi permukiman di HP 16.

Baca:

Pemkot Solo Mendata Ada 590 Rumah di Tanah HP 16 Kenteng

Legislator Solo Dukung Penataan Kawasan Permukiman HP 16 Semanggi

“Kami diutus Pak Wali [Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo] untuk memotret kawasan ini,” kata petugas dari Dinas Kominfo, Setyo Budi Santoso, saat berbincang dengan Solopos.com, di sela-sela aktivitasnya, Jumat (12/1/2018).

Lurah Semanggi, Sularso, menyampaikan rekaman visualisasi kawasan sebelum penataan sangat penting untuk membandingkan sebelum dan sesudah penataan. “Mungkin juga ada kaitannya dengan konsep penataannya nanti mau seperti apa. Jadi kan perlu dilihat juga kondisi riil, kalau difoto dari atas kan kelihatan jelas, terutama kondisi kepadatan permukimannya,” papar Sularso.

Rencana penataan kawasan HP 16 mencuat bersamaan dengan pembahasan peraturan daerah (perda) tentang pemekaran Kelurahan Semanggi. Kelurahan Semanggi akan dipecah menjadi dua, yakni utara Jl. Kyai Mojo dengan nama tetap Kelurahan Semanggi dan selatan Jl. Kyai Mojo dengan nama Kelurahan Mojo.

Kantor Kelurahan Mojo akan dibangun di tanah Pemkot besertifikat HP 16. Rencana ini menimbulkan dampak besar bagi penghuninya mengingat kawasan itu sudah menjadi pemukiman padat penduduk.

Sedangkan Wali Kota pernah mengatakan Pemkot butuh lahan seluas 3.000 meter persegi untuk Kantor Kelurahan Mojo. Pendataan terakhir, di tanah seluas 50.080 meter persegi, yang meliputi RT 002, 003, 005, dan 006/RW 007 ada 589 bangunan rumah.

Dari rekaman kamera drone juga terlihat kawasan itu penuh dengan bangunan rumah. “Memang di sini hampir tidak ada ruang terbuka selain Taman Semanggi. Sisanya sudah jadi hunian semua,” kata Ketua Pokja Penataan Kawasan HP 16, Sarjoko.

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Solo, Hendro Purnomo, belum menentukan lokasi untuk pembangunan Kantor Kelurahan Mojo. Dia masih menunggu model penataan kawasan pemukiman di sana.

“Belum tahu nanti, kami tunggu dulu bagaimana rencana Pak Wali, lihat dulu penataannya seperti apa,” ujar Hendro.

lowongan pekerjaan
HRD PT. Bengawan Inti Kharisma (Management SOLO GRAND MALL Lt. 4A), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pribumi dalam Kuasa Kata

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (26/10/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com.  Solopos.com, SOLO–Pada 19 juli 1913 terbit artikel berjudul Als ik een Nederlander was (Andai Saya…