Warga menutup akses keluar masuk kendaraan proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang di Desa Sambungsari, Weleri, Kendal, Jateng, Rabu (10/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin) Warga menutup akses keluar masuk kendaraan proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang di Desa Sambungsari, Weleri, Kendal, Jateng, Rabu (10/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)
Kamis, 11 Januari 2018 17:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin Feature Share :

FOTO TOL BATANG-SEMARANG
Pembangunan Jalan Tol Picu Demo

Tol Batang-Semarang justru memicu demo warga.

Demo warga menutup akses kendaraan proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang di Desa Sambungsari, Weleri, Kendal, Jateng, Rabu (10/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)

Demo warga menutup akses kendaraan proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang di Desa Sambungsari, Weleri, Kendal, Jateng, Rabu (10/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)

Jalan tol Batang-Semarang dibangun dengan alasan memberikan kemudahan transportasi bagi warga. Nyatanya pembangunan halan bebas hambatan itu justru memicu demonstrasi warga.  Warga, Rabu (10/1/2018), menutup akses keluar masuk kendaraan proyek pembangunan jalan tol di Desa Sambungsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng) dengan menggunakan kayu dan bambu. Warga setempat menuntut pihak pelaksana pembangunan jalan tol itu membuka kembali jalan utama antardesa yang ditutup untuk keperluan pembangunan jalan tol.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….