Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin (tengah) didampingi Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kiri) dan Ketua PDM Muhammadiyah Karanganyar, Muh. Samsuri (kanan), Kamis (27/8/2015) malam. (Kurniawan/JIBI/Solopos) Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin (tengah) didampingi Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kiri) dan Ketua PDM Muhammadiyah Karanganyar, Muh. Samsuri (kanan), Kamis (27/8/2015) malam. (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 11 Januari 2018 20:10 WIB JIBI/Solopos/Newswire Issue Share :

Terkait Materi SARA, Din Syamsuddin Ikut Kritik Joshua Suherman

Din Syamsuddin mengkritik Joshua yang dianggap SARA saat stand up comedy.

Solopos.com, JAKARTA – Stand up Comedian Joshua Suherman menarik perhatian karena ucapannya yang dianggap SARA. Forum Umat Islam Bersama (FUIB) telah melaporkan mantan artis cilik ini ke Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (9/1/2018) atas dugaan penistaan agama.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin (Din Syamsuddin) sebagaimana dilansir Okezone.com, Rabu (11/1/2018), ikut menyesalkan adanya kejadian itu. Din mengatakan Joshua sebagai publik figur seharusnya bisa lebih berhati-hati saat tampil di masyarakat. Baca juga: Joshua Suherman Dilaporkan ke Polisi Atas Tudingan Penistaan Agama

“Seharusnya punya self sensor dalam dirinya yakni menahan dirinya terhadap yang sensitif terutama dalam wilayah SARA. Tidak hanya agama tapi juga gen ras, suku, dan lain sebagainya,” ucap Din di Gedung Sekretariat Negara, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa.

Mengenai pelaporan yang dilakukan FUIB, Din memandang itu sah-sah saja dan merupakan hak mereka bila merasa tersinggung atas perbuatan itu. Baca juga: Laporkan Joshua Suherman, Ini Barang Bukti yang Disodorkan FUIB

Meski begitu, Din juga menyatakan apakah perbuatan Joshua dilakukan dengan sengaja atau tidak dan apakah bisa diselesaikan secara perdamaian.

“Harus kita lihat juga apakah itu sengaja atau tidak, lalu balik lagi bisa diselesaikan secara perukunan perdamian dan permohonan maaf,” tukasnya.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….