Polisi melumpuhkan perampok nasabah bank Malang yang lari ke Solo, Kamis (11/1/2017). (SoloposTV) Polisi melumpuhkan perampok nasabah bank Malang yang lari ke Solo, Kamis (11/1/2017). (SoloposTV)
Kamis, 11 Januari 2018 20:35 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

Suara Tembakan Polisi Kejar Perampok di Pasar Legi Solo Bikin Buruh Gendong Ketakutan, Begini Ceritanya

Polisi terpaksa menembak perampok nasabah bank Malang yang lari ke Pasar Legi Solo.

Solopos.com, SOLO — Suryatini Wijaya, 45, warga Kestalan, Banjarsari, Solo, tiba-tiba menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara tembakan beberapa kali dari arah perempatan Pasar Legi Jl. S. Parman, Setabelan, Banjarsari, Kamis (11/1/2018) pukul 12.30 WIB.

Tanpa pikir panjang, dia langsung menurunkan satu karung sayuran berisi wortel dari pundaknya lalu dia jatuhkan begitu saja di pinggir jalan. Ia langsung berlari menuju ke dalam Pasar Legi dengan menutup kedua telinganya.

Apa yang dilakukan Suryatini diikuti belasan buruh gendong lainnya yang saat itu sedang menunggu pelanggan di depan pasar. Tak lama kemudian terdengar suara tabrakan antara mobil dengan sepeda motor dikuti dengan suara tembakan senjata api empat kali.

Polisi berpakaian sipil mendekati sumber suara dengan menodongkan senjata api laras pendek kepada seseorang yang belakangan diketahui sebagai perampok nasabah bank di Kota Malang, Jatim, awal tahun ini. Pelaku perampokan tersebut bernama Moh. Fauzi, 39, warga Jetis III No. 57, Kelurahan Lemahputro, Sidoarjo, Jatim.

Baca: 

Dor, Polisi Tembak Perampok yang Kabur di Pasar Legi  Solo

Tertangkap di Sragen, Begini Kondisi 2 Perampok Tertembak di Pasar Legi Solo

Tak lama kemudian warga setempat ikut mendatangi sumber suara untuk mencari tahu penyebab kejadian. Suryatini menurunkan tangan yang menutupi telinganya sambil berjalan keluar dari pasar melihat kondisi di sekitarnya.

Ia pun memberanikan diri melihat lokasi kejadian lalu mengambil kembali karung berisikan wortel yang sebelumnya dia tinggalkan di pinggir jalan. Ia melihat satu orang laki-laki dengan luka tembak bercucuran darah di kedua kakinya dimasukkan ke dalam mobil.

Di lokasi kejadian tampak empat unit kendaraan yang rusak ringan. Keempat kendaraan tersebut yakni Honda Supra X berpelat nomor AD 6680 ZH, mobil Colt B 9696 BCF, Toyota Avanza B 1645 PFG, dan Yamaha NMax W 4766 NJ. Sepeda motor Yamaha NMax diketahui milik Fauzi yang ditembak polisi.

“Saya baru kali pertama ini mendengarkan suara tembakan senjata api dari jarak dekat. Jarak antara lokasi penembakan dengan saya pada saat kejadian hanya sekitar 5 meter,” ujar Suryatini kepada Solopos.com, Kamis.

Ia mengaku masih gemetar saat terngiang suara tembakan takut pelurunya mengenai dirinya. Suryatini akhirnya memutuskan menghentikan pekerjaan sebagai buruh gendong siang itu dan memutuskan pulang ke rumah.

Pedagang emas di Jl. S. Suparman, Paryadi, melihat aksi kejar-kejaran antara ketiga pelaku perampokan yang mengendarai sepeda motor Yamaha NMax dan Honda Tiger dengan petugas polisi yang menggunakan mobil Toyota Avanza.

“Polisi membuka jendela mobil untuk memberikan tembakan peringatan kepada ketiga pelaku namun tidak dihiraukan. Saya langsung bersembunyi di warung milik warga setelah melihat kejadian itu,” kata dia.

Ia menjelaskan satu pelaku yang naik Yamaha NMax sendirian belok ke kanan masuk gang samping sisi kiri Pasar Legi. Kemudian polisi menggunakan mobil Toyota Avanza menabraknya dari belakang.

Pelaku terjatuh karena ditembak kedua kakinya. Sementara kedua pelaku yang naik sepeda motor Honda Tiger melarikan diri.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…