Pasangan calon yang diusung PKB dan PDIP, Djoko Setijono-Suprapto menggelar konferensi pers setelah mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada Kabupaten Madiun 2018, Rabu (10/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Pasangan calon yang diusung PKB dan PDIP, Djoko Setijono-Suprapto menggelar konferensi pers setelah mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada Kabupaten Madiun 2018, Rabu (10/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Kamis, 11 Januari 2018 18:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PILKADA MADIUN 2018
Djoko Setijono-Suprapto Yakin Mendapat Dukungan Warga Nahdliyin

Pilkada Madiun 2018, pasangan calon Djoko-Suprapto optimistis mendapat dukungan penuh dari warga NU.

Solopos.com, MADIUN — Pasangan calon bupati dan wakil bupati Madiun Djoko Setijono-Suprapto (Djosto) telah mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Madiun, Rabu (10/1/2018). Pasangan tersebut optimistis menang dan mendapat dukungan dari warga Nahdliyin.

Pasangan calon yang diusung PKB dan PDIP itu juga berkeyakinan akan mendapatkan suara terbanyak dalam Pilkada Kabupaten Madiun 2018. Salah satunya yaitu PKB mempunyai basis massa NU yang kuat di Kabupaten Madiun.

Mengenai suara warga Nahdliyin, diprediksi akan menjadi perebutan bagi paslon lain. Namun Djoko Setijono menyampaikan tidak khawatir suara NU akan direbut pasangan calon dari partai lain. “Ada yang tidak dimiliki partai lain. PKB lahir dari NU. Itu tidak bisa dihapus dari sejarah. Kami tidak perlu klaim. Tetapi fakta nanti akan berbicara,” kata Djoko.

Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun, Muhtarom, mengatakan NU dan PKB memiliki hubungan kultural sehingga tidak perlu mengkhawatirkan warga NU akan beralih pilihan ke paslon lain.

Menurut dia, PKB merupakan organisasi politik yang dilahirkan NU. “Jadi sayap perjuangan NU itu dibebankan kepada PKB. Jadi hubungan NU dan PKB apa, hubungan historis dan hubungan kultural,” jelas dia.

Muhtarom mengatakan PKB dilahirkan dari NU maka warga NU mestinya support dengan pasangan Djoko-Suprapto. Namun, apabila ada oknum yang tidak memberikan dukungan itu merupakan hak pribadi setiap orang.

“Kalau ada oknum yang tidak support itu haknya masing-masing. Tetapi ingat secara historis NU lahirkan PKB,” kata Bupati Madiun itu.

Ketua KPU Kabupaten Madiun, Wahyudi, mengatakan paslon Djoko-Suprapto yang diusung PKB dan PDIP telah memenuhi persyaratan untuk mendaftar sebagai calon. “Secara persyaratan sudah memenuhi untuk mendaftar sebagai pasangan calon. Tapi masih ada yang harus diperbaiki,” jelas dia.

Ada tiga pasangan calon yang mendaftar sebagai peserta Pilkada Kabupaten Madiun 2018, yaitu Ahmad Dawami dan Hari Wuryanto yang diusung Partai Demokrat, Golkar, PKPI, dan didukung Hanura. Sedangkan hari terakhir ada dua paslon yang mendaftar yaitu Rio Wing Dinaryhadi dan Sukiman yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PPP, serta Pasangan Djoko-Suprapto yang diusung PKB dan PDIP dan didukung Partai Perindo.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….