Sudirman Said-Ida Fauziah Sudirman Said (duduk kedua dari kanan) dan pasangannya di Pilgub Jateng, Ida Fauziah (duduk kedua dari kiri), saat menggelar jumpa pers di Kantor Pemenangan Pilgub Jateng di Jl. Pamularsih, Semarang, Rabu (10/1/2018).
Kamis, 11 Januari 2018 09:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
Ida Fauziyah Ajak Istri Ganjar dan Istri Yasin Dukung Perempuan

Pilkada 2018 diwarnai pencalonan Ida Fauziyah sebagai calon wakil gubernur (cawagub) berpasangan dengan Sudirman Said.

Solopos.com, SEMARANG – Sebagai satu-satunya calon perempuan yang maju pada Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018, Ida Fauziyah, bertekad meraup dukungan sebanyak-banyaknya dari kalangan pemilih perempuan. Tak terkecuali, katanya, dukungan dari istri pasangan lawannya dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serental 2018 ini, yakni istri Ganjar Pranowo, Siti Atikoh, dan istri Taj Yasin Maimun, Nawal Nurul Arafah.

Hal itu disampaikan Ida Fauziyah—yang kerap pula dieja namanya sebagai Ida Fauziah itu, saat menggelar jumpa pers seusai menyerahkan berkas pendaftaran dirinya sebagai cawagub mendampingi Sudirman Said di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Jl. Veteran No. 1A, Kota Semarang, Rabu (10/1/2018) petang. “Kalau harapan kami semua pemilih perempuan di Jateng memberikan suaranya ke kami [Sudirman-Ida], termasuk istri Ganjar dan istri Gus Yakin. Kemungkinan itu bisa jadi kalau ideologi perempuan mereka [istri Ganjar dan istri Yasin] tinggi,” ujar Ida Fauziyah sambil tertawa.

Ida Fauziyah bertekad meraup simpati perempuan di Jateng sebanyak-banyaknya. Terlebih dari data pemilih tetap (DPT) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu menyatakan jumlah pemilih perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Jumlah pemilih perempuan saat itu mencapai 50,2% atau sekitar 13,6 juta suara, lebih banyak dibanding jumlah pemilih laki-laki yang hanya mencapai 49,7% dari total jumlah pemilih tetap di Jateng, yakni sekitar 27,11 juta pemilih.

Demi mendapatkan simpati atau dukungan kalangan perempuan di Jateng itu, pasangan yang diusung PKB, Gerindra, PAN, dan PKS, serta didukung PBB dan PPP kubu Djan Faridz itu bertekad memperjuangkan aspirasi perempuan. “Masih banyak persoalan-persoalan terkait perempuan di Jateng yang belum terselesaikan. Butuh keseriusan tinggi, terutama persoalan perempuan dan anak. Itu yang akan menjadi perhatian kami,” tutur Ida.

Sementara itu, Sudirman Said mengaku senang bisa dipasangkan dengan Ida Fauziyah yang sebelumnya dikenal kalangan nahdliyin—sebutan bagi warga NU—sebagai Ketua Fatayat, organisasi perempuan NU. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang digusur dari kabinet Joko Widodo tak lama setelah mengungkap skandal Papa Minta Saham PT Freeport Indonesia itu menilai perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi VIII DPR tersebut bisa menjadi tandem yang baik baginya memenangkan hati masyarakat Jateng.

“Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya diputuskan nama Ibu Ida Fauziyah. Ini karena value-nya sama, visi dan idealisnya sama, dan akhirnya chemistry kita juga nyambung,” tutur Sudirman Said.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….