Suasana siang hari di Pasar Burung Gawok, Rabu (10/1/2018).(Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja) Suasana siang hari di Pasar Burung Gawok, Rabu (10/1/2018).(Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 11 Januari 2018 21:40 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Pedagang Pasar Gawok Menolak Direlokasi

Area relokasi dinilai tidak strategis untuk tempat berjualan.

Solopos.com, KULONPROGO–Rencana relokasi Pasar Burung Gawok yang akan dilakukan Pemkab Kulonprogo ternyata ditolak sebagian pedagang pasar.

Salah satu pedagang burung Agus Riyanto, 49, mengungkapkan dirinya enggan dipindah dari Pasar Burung Gawok ke Pasar Hewan Terpadu (PHT) yang ditetapkan sebagai lokasi pengganti. Menurutnya dengan berpindah ke Pasar Hewan Terpadu, sama saja memulai usaha dari awal.

“Kan di sana letaknya tidak strategis, kalau di sini kan orang mau berkunjung saat menunggu bus masih ada, dan letaknya di dekat jalan Besar,” Kata Agus Riyanto, Rabu (10/1/2018).

Pasar Gawok sendiri berada di belakang Terminal Wates yang menurut Agus lokasi itu membuat pasar yang telah berdiri selama 32 tahun itu selalu ramai dikunjungi. Ditambah setiap Wage dalam penanggalan Jawa, Agus mengungkapkan Pasar Gawok selalu ramai hingga kadang membuat jalan sekitar pasar padat pengunjung.

“Kalau direlokasi dipindah di tempat yang strategis, jangan malah semakin diasingkan, itu kayak Pasar Ngasem direlokasinya di Pasar Pasty. Kan dipinggir jalan dan dekat dengan Ring Road,” kata Agus.

Penjual makanan burung, Tedjo Purnomo, mengaku enggan di pindah ke PHT yang berada di Kecamatan Pengasih tersebut, karena lokasi yang disediakan tidak strategis. Calon pembeli tidak harus ke PHT hanya untuk membeli makanan burung karena barang serupa banyak dijual di tepi jalan.

“Kalau saya jualan di sana [PHT] apa laku? kalau mau dipindah sebenarnya kami mau, asalkan tempatnya sedikit logis,” kata dia. Tedjo menambahkan hingga saat ini dirinya dan teman-temannya pedagang belum menerima pemberitahuan terkait relokasi yang akan dilakukan Pemkab Kulonprogo. Begitu juga tentang sosialiasi, Tedjo juga belum menerima penjelasan apapun dari Pemkab Kulonprogo. “Kami baru tahu akan ada rencana relokasi dari koran, kalau pun jadi, kami tidak mau jika di Pasar Hewan Pengasih,” tegasnya.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….