Warga menggambar motif ornamen saat digelar workshop menggambar di car free day di Jl. Slamet Riyadi, tepatnya sebelah barat Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (5/1/2013). Kegiatan yang digelar oleh sejumlah mahasiswa Jurusan Kriya Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Solo tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan berbagai macam bentuk motif ornamen dan batik kepada warga. (Maulana Surya/JIBI/Solopos) Mahasiswa Kriya ISI Gelar Workshop
Kamis, 11 Januari 2018 18:15 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/SOLOPOS Pendidikan Share :

Pameran di Mal, Kriya Seni ISI Solo Usung Tema Inspiration Young Innovation Kriya

Prodi Kriya Seni ISI Solo usung tema Inspiration Young Innovation Kriya.

Solopos.com, SOLO—Program studi Kriya Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menggelar pameran karya tugas kuratorial  dengan mengusung tema Inspiration Young Innovation Kriya (IYIK) digelar di food factory Solo Paragon Mall, Selasa-Rabu (9-10/1/2018).

Panitia pameran, Cendhi Prastyaningrum, mengatakan IYIK seperti dalam bahasa Jawa yang artinya banyak bicara dan tidak bisa diam. Akan tetapi, pada pameran ini IYIK diartikan pada sesuatu yang berbeda namun memiliki arti yang sama, yakni berbicara lewat karya seni yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dengan karya-karya pemuda yang inovatif dan kreatif.

“IYIK yang menjadi konsep dasar dari pameran ini juga dapat menjadi wadah pergerakan bagi para pemuda dalam berkarya. Maka dari itu, pameran ini bisa menjadi titik awal bagi para pemuda bangsa untuk membangkitkan mental dan gairah anak muda dalam berkarya khususnya dalam lingkup kekriyaan agar mampu bersaing dengan budaya asing dengan mengusung kesenian lokal Indonesia,” tuturnya, dalam rilis diterima Solopos.com, Kamis (11/1/2018). (baca: PAMERAN SENI RUPA : 11 Seniman Kriya Seni ISI Reuni di Soedjatmoko)

Menurutnya, luasnya cakupan seni kriya dapat menjadi pancingan dan lahan peluang untuk berkreasi bagi anak muda khususnya di perguruan tinggi seperti ISI Solo. Jenis-jenis karya yang disuguhkan merada unsur tradisi yang sedikit banyak sudah mengalami perkembangan dari segi bentuk teknis dan fungsi.

Pihaknya berharap ini bisa menginspirasi para pemuda lewat karya yang ditampilkan dari berbagai media di antaranya kayu, logam, kulit, dan mix media.

Melalui karya-karya yang dipamerkan ia berharap mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang keanekaragaman seni budaya dan kearifan lokal. Selain itu, pameran ini supaya bisa lebih mengeksplorasi nilai-nilai estetik sebuah karya kemudian divisualisasikan dalam karya dengan ciri dan karakter masing-masing.

“Pameran  ini  merupakan pameran tugas kuratorial semester VII dan di wajibkan membuat pameran kurator dengan menggunakan konsep. Pameran ini terdiri 8 orang dengan dua kelompok,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….