Pencarian korban kecelakaan air di kolam dekat GOR Wujil, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (10/1/2018). (Facebook.com-Humas SAR Bumi Serasi Kab. Semarang) Pencarian korban kecelakaan air di kolam dekat GOR Wujil, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (10/1/2018). (Facebook.com-Humas SAR Bumi Serasi Kab. Semarang)
Kamis, 11 Januari 2018 18:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KECELAKAAN AIR
2 Bocah Dipastikan Tewas Tenggelam di Kolam GOR Wujil Semarang

Kecelakaan air di kolam dekat GOR Wujil, Kabupaten Semarang menewaskan dua bocah.

Solopos.com, SEMARANG – Kecelakaan air menimpa dua bocah bernama Oky, 9, dan Fiki Iksan Nugroho, 8, yang tenggelam di kolam sekitar GOR Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (10/1/2018) siang. Humas Basarnas Kantor SAR Kabupaten Semarang memastikan dua bocah tersebut tewas.

Kedua bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu tenggelam setelah sebelumnya bermain air di kolam tersebut. Humas Basarnas Kantor SAR Kabupaten Semarang menjelaskan Oky dan Fiki sebenarnya sudah diperingatkan kala bermain di kolam.

“Sekitar pukul 13.30 WIB ketika saksi Lilik Kurniadi sedang bekerja di depan GOR Serbaguna Stadion Pandanaran Wujil Kabupaten Semarang, saksi melihat ada dua orang anak laki-laki dan perempuan sedang bermain di depan kolam. Selanjutnya saksi mengingatkan ke 2 anak tersebut untuk pergi sekitar pukul 14.00 WIB.” tulis Humas Basarnas Kantor SAR Kabupaten Semarang di halaman Facebooknya, Rabu (10/1/2018) malam.

Meski telah diperingatkan, dua bocah itu masih tetap bermain di kolam sampai seorang saksi bernama Ali Maskur melihat sandal mereka yang berada di kolam dan mengampiri kolam. Ia pun meminta bantuan kepada saksi lain bernama Adi Cahyono dan menemukan bocah perempuan yang tak lain adalah Oky yang sudah tak sadarkan diri.

Sementara itu, Fiki baru ditemukan sekitar pukul 16.25 petugas dari Basarnas Kantor SAR Kabupaten Semarang datang untuk mencarinya setelah dihubungi pihak pengelola Stadion Wujil. Petugas dari Basarnas Kantor SAR Kabupaten Semarang menemukan Fiki yang sudah tak bernyawa setelah dibantu petugas BPBD Kabupaten Semarang, beberapa relawan, petugas Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Kabupaten Semarang, serta warga setempat.

Salah satu korban pada kecelakaan air itu, Oky, sebenarnya sempat dilarikan ke RSUD Ungaran untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayang, nasib Oky sama dengan Fiki yang harus kehilangan nyawanya. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….