Ilustrasi kerusakan jalan. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi kerusakan jalan. (JIBI/Solopos/Dok.)
Kamis, 11 Januari 2018 15:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Jalan Berlubang Bertebaran di sleman, Warga Protes

Warga desak adanya perbaikan.

Solopos.com, SLEMAN–Banyak jalan umum yang mengalami kerusakan di wilayah Sleman. Baik berstatus jalan provinsi, kabupaten maupun jalan desa. Selain faktor usia, kerusakan jalan juga disebabkan oleh kelebihan beban tonase muatan kendaraan. Warga pun mendesak agar dinas terkait melakukan perbaikan.

Sugiharto, warga Karanganyar, Wedodomartani, Ngemplak mengatakan, jalan-jalan rusak yang dilalui masyarakat saat ini selain berlubang juga banyak yang tidak beraspal. Beberapa titik di jalan yang menghubungkan Jangkang dengan Koroulon misalnya sudah dipenuhi lubang. “Itu masuk wilayah dusun Karanganyar – Koroulon. Paling parah kerusakannya di dekat Ringin Cokrogaten,” ujarnya Rabu (10/1/2018).

Dia meminta agar jalur tersebut segera diperbaiki agar tidak menimbulkan masalah baru, seperti kecelakaan. Alasannya, lubang yang ada saat hujan tidak terlihat oleh pengguna jalan. “Banyak yang kejeglok,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekarsari, warga Dusun Meces, Umbulmartani, Ngemplak. Menurutnya, jalan antara pertigaan Meces hingga Balai Desa Umbulmartani sangat memprihatinkan. Banyak berlubang cukup dalam sehingga membahayakan pengendara motor. “Pernah diperbaiki tapi cuma ditambal saja. Harusnya diaspal semua sekalian,” pintanya.

Dia berharap, pengaspalan dilakukan dengan standar tinggi agar jalan tersebut tidak terus mengalami kerusakan. “Kalau musim hujan, mesti banyak yang rusak dan berlobang. Padahal di sini kalau malam penerangannya minim, sangat membahayakan pengendara roda dua,” tuturnya.

Di lain pihak, Purwanti warga Kroco, Sukoharjo, Ngaglik mengeluhkan kondisi jalan dusun di lokasi tersebut. Menurutnya, jalan tersebut dinilai tidak layak apalagi saat musim hujan. “Pasti banyak genangan air. Ini jalan perbatasan antar kecamatan antara Ngaglik dan Ngemplak. Belum ada perbaikan,” ujarnya.

Tidak hanya di wilayah tengah Sleman, kerusakan jalan juga terjadi di wilayah Umbulharjo, Cangkringan. Apalagi jalan tersebut merupakan jalur evakuasi bagi pengungsi Gunung Merapi. Jalur antara Plosokerep dengan Plupuh misalnya, sudah dipenuhi dengan lobang. “Setiap hari, banyak dilewati truk pemuat pasir. Jadi kami berharap segera ada perbaikan,” kata Wiwid, warga Plosokerep, Umbulharjo.

Terkait kerusakan jalan tersebut, Kepala Bidang Binamarga DPUP-KP Sleman Achmad Subhan mengatakan pihaknya sudah memiliki perencanaan perbaikan jalan sesuai skala prioritas. Skala prioritas tersebut diambil karena berhubungan dengan anggaran. “Kami maunya semua jalan mulus. Tapi tetap harus sesuai ketersediaan anggaran dan mekanisme yang ada. Misalnya melalui musenbang,” katanya.

Dia juga meminta agar warga juga memahami status jalan yang rusak. Apakah termasuk jalan kabupaten, provinsi atau desa. Sebab kewenangan perbaikan jalan yang rusak itu sesuai status jalan. Jika statusnya jalan desa, maka perbaikannya menjadi wewenang desa. Hal itu sesuai dengan SK bupati No.105/Kep.KDH/A/2013 tentang Status Jalan Kabupaten sehingga perbaikannya tidak bisa dibiayai dengan anggaran pemeliharaan rutin jalan.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….