Umat muslim mengikuti pengajian pada perayaan Haul Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi di kompleks Masjid Ar Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Senin (8/1/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Umat muslim mengikuti pengajian pada perayaan Haul Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi di kompleks Masjid Ar Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Senin (8/1/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 11 Januari 2018 11:25 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

Haul Habib Ali Solo Awal 2018 Disebut Lebih Istimewa, Ini Sebabnya

Haul Habib Ali Solo di awal tahun 2018 ini dinilai lebih ramai ketimbang sebelumnya.

Solopos.com, SOLO — ??Peringatan Haul Habib Ali bin Muhammad al Habsyi di Pasar Kliwon Solo, Senin-Selasa (8-9/1/2018), menjadi momen mempererat silaturahmi santri antarpondok pesantren.

Menurut anggota keluarga Al Habsyi, Ahmad bin Muhammad Anis bin Alwi bin Ali bin Muhammad al Habsyi, ribuan santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) di Pulau Jawa datang ke Kota Solo menghadiri haul akbar Habib Ali.

Beberapa di antara rombongan santri ponpes, diketahui juga menginap di pondok pesantren yang ada di sekitar Pasar Kliwon.

“Ada beberapa yang menginap di pondok pesantren, tentunya yang punya hubungan dekat di antara pengasuhnya. Beberapa ponpes di sini yang menjadi jujugan jemaah untuk menginap antara lain Pondok Darul Batul At-Thohiroh, Pondok Al Hidayah di kawasan Mertodranan, dan Pondok Majelis Ar Raudhah yang lokasinya tak jauh dari Masjid Ar Riyadh,” jelas Habib Ahmad, saat berbincang dengan solopos.com, Rabu (10/1/2018).

Habib Ahmad tidak bisa memantau satu per satu ponpes yang ramai jemaah haul karena tamu haul diketahui mencapai ratusan ribu orang.

“Yang jelas santri pondok asal Cirebon, Sukabumi, Jakarta, wilayah Jawa Timur, Pondok Krapyak Jogja, hadir. Selain menginap di ponpes dan rumah warga banyak juga yang menginap di masjid-masjid di sekitar sini. Kalau menginap di masjid kan gratis. Masjid Ar Riyadh dan Masjid Jami Assegaf penuh jemaah yang menginap,” papar Habib Ahmad.

Menurut Habib Ahmad, tamu haul berusaha mencari penginapan terdekat dengan Masjid Ar Riyadh agar bisa selalu ikut salat berjemaah terutama salat Subuh. Habib Ahmad mengapresiasi antusiasme jemaah haul tahun ini yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Saat Salat Subuh, jemaah memenuhi Jl. Kapten Mulyadi bahkan sampai selatan perempatan Baturono dan ke utara sampai melewati ruas jalan utara SPBU,” ungkap dia.

Bagi kakak Habib Hasan, Imam Masjid Ar Riyadh, haul tahun ini lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain dihadiri ulama besar asal Yaman Muhammad bin Hussein, yang juga masih cucu Habib Ali, jemaah terlihat lebih khusyuk menjalankan ibadah karena penataan PKL tahun ini lebih tertib.

Jemaah yang berebut jamuan nasi kebuli pada puncak peringatan Haul juga lebih tertib. “Kalau dulu asal berebut. Karena memang semua ingin ngalap berkah di sini. Jemaah merasa ada berkah yang bisa diperoleh saat mereka bisa makan bersama ulama meski hanya satu suap,” kata dia.

Selain dibantu oleh Pemkot Solo kaitannya dengan keamanan dan penataan PKL, penyelenggaraan haul juga banyak dibantu oleh santri dari berbagai ponpes dari luar kota. Kebanyakan santri yang datang membantu panitia berasal dari Jakarta, Magelang, dan Kudus.

“Grup-grup panitia ini mulai berdatangan H-2 atau H-3. Mereka membantu pelaksanaan melakukan apa saja mulai bongkar pasang karpet, mengambil piring dan gelas kotor sisa jamuan, membantu membagikan jamuan dan sebagainya. Mereka datang ke Solo biasanya diutus oleh pimpinan pondok sana, pimpinan pondok ini biasanya punya kedekatan dengan keluarga Al Hasybi,” beber dia.

Seperti diketahui, jemaah haul datang dari berbagai penjuru mulai Papua, Kalimantan, Palembang, Medan, Aceh, Sabang.

Habib Ahmad bahkan sempat bertemu dengan komunitas pengajian asal Singapura yang datang dan jumlahnya mencapai 80 orang. Selain Singapura juga ada kelompok pengajian asal Malaysia.

Jemaah paling banyak diketahui berasal dari Pasuruan Jawa Timur. Anggota keluarga Al Habsyi lainnya, Abdullah Assegaf, menyampaikan antusias jemaah yang jauh lebih besar juga terlihat dari meluasnya area kontrakan rumah warga yang disewa jemaah dari luar kota.

“Jika tahun-tahun sebelumnya rumah warga yang dikontrak masih seputar Kampung Gurawan, kini meluas sampai hampir sebagian besar rumah warga di Semanggi bahkan sampai Puri Gading dan Solo Baru,” ungkap dia.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….