Pengendara melintas di Flyover Palur Karanganyar, Sabtu (24/6/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Pengendara melintas di Flyover Palur Karanganyar, Sabtu (24/6/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Kamis, 11 Januari 2018 19:38 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Flyover Purwosari Solo akan Dibuat Seperti Palur Karanganyar

Jembatan layang di perlintasan KA Purwosari, Solo, akan dibuat lurus seperti flyover Palur, Karanganyar.

Solopos.com, SOLO — Setelah flyover Manahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melanjutkan dengan pembangunan jalan layang di perintasan rel kereta api (KA) Purwosari, Solo.

Namun, tidak seperti flyover Manahan yang membentuk letter Y atau bercabang, flyover Purwosari rencananya lurus seperti desain flyover Palur. Kepastian mengenai pembangunan flyover Purwosari diterima Pemkot sesuai hasil koordinasi terakhir dengan pemerintah pusat di Jakarta belum lama ini.

Hal ini sekaligus memastikan proyek pembangunan flyover Manahan dan Purwosari batal dikerjakan secara bersamaan. Sebelumnya Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo menginginkan agar pembangunan kedua jalan layang tersebut bisa dibangun bersamaan. Alasannya demi meminimalkan waktu pelaksanaan proyek. 

Sudah ada pemaparan detail engineering design [DED] flyover Purwosari. Nanti sudah dipastikan dikerjakan tidak bareng dengan Manahan, tapi setelah Manahan rampung,” kata Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Solo, Joko Supriyanto ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (10/1/2018).

Baca:

4 Kelurahan Ini akan Terdampak Flyover Purwosari

Pemprov Jateng Petakan Masalah Nonteknis Flyover Purwosari

Sesuai hasil pemaparan DED, pembangunan flyover Purwosari dirancang berbentuk huruf I. Bentuknya sama persis dengan flyover Palur. Konsep desain ini berbeda dari permohonan Pemkot yang menginginkan agar flyover berbentuk Y. Artinya ada akses bagi kendaraan berat yang akan melintasi flyover Purwosari dari Jl. Agus Salim.

Nah karena berubah jadi I kami belum tahu nanti akses kendaraan dari Jl. Agus Salim bagaimana? Karena faktanya kendaraan berat lewatnya sana semua,” katanya.

Manajemen rekayasa lalu lintas ini nantinya dibahas lebih detail dalam penyusunan analisis dampak lalu lintas (andalalin). Apakah kendaraan berat yang selama ini melintas di Jl. Agus Salim akan dialihkan melewati underpass Makamhaji atau lainnya.

Yang jelas, konsep desain pembangunan flyover Purwosari sudah ditetapkan berbentuk I seperti Palur. Selain itu nantinya persimpangan sebidang di Purwosari juga akan ditutup sama halnya dengan rencana pembangunan flyover Manahan.

Secara keseluruhan proses penyusunan DED hingga pelaksanaan pembangunan flyover Purwosari ditekel langsung pemerintah pusat. “DED telah disusun Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional [P2JN] Jawa Tengah. Pusat akan menanggung seluruh pembangunan flyover Purwosari ini,” katanya.

Wacana pembangunan jalan layang Purwosari sudah mengemuka sejak 2015 lalu. Jalan layang tersebut mendesak direalisasikan untuk mengatasi persoalan kemacetan di perlintasan sebidang saat kereta api melintas.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno mengatakan pembangunan flyover Manahan dan Purwosari jika dikerjakan bersamaan berpotensi menyebabkan kemacetan parah di Kota Bengawan. Dengan kondisi ini pembangunan flyover Purwosari ditunda pengerjaannya seusai flyover Manahan rampung.

Pengerjaan flyover Manahan akan dimulai pada tahun ini dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 10 bulan. “Jumlah kendaraan di Solo dari tahun ke tahun terus meningkat. Akibatnya terjadi kepadatan arus lalu lintas di sejumlah lokasi. Salah satunya di persimpangan sebidang atau perlintasan kereta api,” katanya.

Upaya efektif mengurai kemacetan lalu lintas adalah dengan membangun flyover di setiap perlintasan sebidang.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….