Dewi Persik (Instagram @dewiperssikreal) Dewi Persik (Instagram @dewiperssikreal)
Kamis, 11 Januari 2018 13:30 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Issue Share :

Dewi Perssik Mulai Diperiksa Terkait Terobos Jalur Busway

Dewi Perssik diharuskan memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi terlapor.

Solopos.com, JAKARTA – Proses pemeriksaan Dewi Perssik di Subdit Ranmor Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu malam 10 Januari 2018 telah selesai digelar. Usai meninggalkan ruang pemeriksaan, Maha Awan Buana selaku kuasa hukum memberikan penjelasan seputar pemanggilan kliennya.

“Jadi gini untuk pemeriksaan, acara hari ini klarifikasi dari proses penyelidikan. Jadi proses penyelidikan nanti diklarifikasi. Kalau memang dia tidak bisa membuktikan di situ ya berhenti di sini,” kata Awan.

Seperti diberitakan, Dewi Perssik diharuskan memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi terlapor.

Depe, sapaan akrabnya, memberikan kesaksian untuk sang suami, Angga Wijaya yang dilaporkan atas dugaan ancaman kekerasan, melawan petugas, dan pencemaran nama baik pada 2017. Pelaporan terhadap Angga Wijaya sendiri dilakukan oleh Harry MS usai Dewi Perssik diberitakan menerebos jalur busway di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Sementara terkait proses pemeriksaan hari ini, Awan menyebut Depe dicecar pertanyaan seputar kejadian. “Ada mungkin dua puluh lebih pertanyaan. Kurang lebih kronologisnya bagimana seperti apa dan jam segitu di berapa mobil ada berapa orang,” tuturnya.

Sedangkan dari Dewi Perssik, ia turut memberikan komentar usai diperiksa sebagai saksi terlapor. Tak berbicara banyak, Depe mengaku hanya mengikuti prosedur hukum sebagai warga negara yang baik.

“Kalau kita mangkir kan gosipnya enggak enak kan. Ya karena saya mengklarifikasi, dipanggil, diundang atas pelaporan pihak dia, ya kami datang. Ya begitupun dia akan diundang menyelesaikan masalah ini, atas pelaporan kami kepada mereka,” ujar Dewi Perssik.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….