Ilustrasi nyamuk penyebar demam berdarah. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi nyamuk penyebar demam berdarah. (JIBI/Solopos/Dok.)
Kamis, 11 Januari 2018 22:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

DBD Paling Sering Terjadi di Daerah Densitas Tinggi

Masyarakat harus menjalankan gerakan masyarakat sehat

Solopos.com, SLEMAN-Kasus demam berdarah dengue (DBD) biasanya terjadi di daerah dengan densitas tinggi.

Kepala Dinkes Sleman Nurulhayah mengungkapkan, untuk wilayah Sleman sendiri kasus DBD paling banyak juga terjadi di daerah-daerah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi. Daerah itu misalnya Kecamatan Depok, Mlati, Ngaglik, atau Gamping. Meski begitu, level endemik setiap wilayah berbeda-beda. “Warga harus tetap waspada,” pintanya, Kamis (11/1/2018).

Baca juga : Meski Kasus DBD Turun, Warga Tetap Harus Waspada

Dia mengimbau agar masyarakat senantiasa menjalankan gerakan masyarakat sehat, yang sampai sekarang terus disosialisasikan. Nurulhayah menilai, gerakan itu sudah semakin luas dilaksanakan oleh warga.

“Warga sudah mulai menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Kebersihan lingkungan baik dalam maupun luar rumah sudah dilakukan. Termasuk gerakan PSN dan PJB terus dilakukan masyarakat,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….