Salah satu foto di akun Cicih Suricih (Facebook) Salah satu foto di akun Cicih Suricih (Facebook)
Kamis, 11 Januari 2018 20:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Cicih Suricih & Fenomena Fetish Kain Jarik

Akun Cicih Suricih menjadi pembicaraan wargnet.

Solopos.com, SOLO – Media sosial (medsos) tengah ramai memperbincangkan akun Facebook Cicih Suricih. Akun tersebut diduga menggambarkan seseorang yang mempunyai fetish kain yakni orientasi seksual di mana pengidapnya terangsang terhadap kain yang melilit tubuh secara kencang.

Fetish merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kesukaan tertentu dalam hal seks, biasanya tak lazim. Pada orang yang mempunyai fetish, jika melihat, mengenakan, menggunakan barang/hal tertentu maka gairah seksualnya akan meningkat.

Saat ditelusuri Solopos.com, Kamis (11/1/2018), akun Cicih Suricih memasang foto profil berupa seseorang memakai penutup kepala berwarna hijau dan wajahnya terbungkus kain serbet. Praktis hanya bagian mata yang terbuka. Diperkirakan Cicih Suricih menggunakan kain beberapa lapis yang menutupi kepalanya. Dalam salah satu komentar di fotonya, dia menyebut sebelum menggunakan kain serbet, dia terlebih dahulu menggunakan leging.

“Masih bisa bernafas kok,” ujar akun Cicih Suricih menjawab pertanyaan netizen.

Pengguna akun tersebut mengaku berasal dari dan sedang tinggal di Bandung. Foto-foto di akun tersebut hampir semuanya foto yang menunjukkan kepala tertutup dan kain hampir di semua bagian.

Oleh karena itu tidak diketahui mengenai jenis kelamin orang di balik balutan kain tersebut. Tidak menutup kemungkinan pula sosok yang ditutup kain rapat-rapat itu sebuah boneka maneken.

Saat ditelusuri lebih dalam, akun teman-teman dari Cicih Suricih, sebagian besar merupakan akun yang memiliki kecenderungan sama dengan Cicih Suricih. Sebagian besar memasang foto seseorang terlilit kain, ada yang menggunakan kain jarik, ada yang menggunakan serbet, hingga menggunakan penutup kepala sebagai masker yang melilit wajah.

Lilitan kain-kain tersebut diduga sebagai alat pemuas nafsu seksual bagi pemilik akun atau teman-temannya. Tak jarang ditemukan komentar sensual di beberapa foto.

Dalam istilah dunia barat, kecenderungan rangsangan seksual seperti akun Cicih Suricih kerap disebut dengan fetish, sebuah rangsangan seksual yang tertuju pada benda yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas seksual. Misalnya seseorang yang terangsang dengan kain, sepatu, jari kaki, atau aktivitas tertentu.

Bagi mereka yang terangsang saat diikat dengan kain atau melihat orang diikat kain bisa disebut Bondage, Domination, Submission, Sadism, Masochism (BDSM).

Masing-masing fetish tersebut memiliki kecenderungan tersendiri, tapi bagi mereka yang suka melihat seseorang terikat atau terlilit sebuah benda, bisa disebut bondage.

Menurut laman Wikipedia, Bondage merupakan praktik mengikat dengan paksa, atau menahan dengan benda tertentu. Hal itu dilakukan terhadap pasangan intim penyuka bondage.

Cicih Suricih Belum Pasti Laki-Laki

Beberapa  hari setelah akun Cicih Suricih viral, beredar komentar akun Syam Gierszal Santorski yang mengaku adik dari pemilik akun Cicih Suricih.

“Maaf warganet jika kelakuan kakak saya membuat heboh jagat maya, dia kakak saya namanya Ilham Nasrallah sudah 3 tahun ini dia berkelakuan aneh semenjak istrinya yang bernama Suci Faridah (Teh Cicih) meninggal dunia, Tolong bantuannya untuk menghapus akun facebook kakak saya. Kasian orang tua saya sampai di kampung jadi pergunjingan masyarakat di sini,” tulis Syam Gierszal Santorski.

Meski sudah viral, keterangan tersebut adalah bohong belaka dan merupakan keisengan pengguna akun Syam Gierszal Santorski. Setelah komentar isengnya viral, pengguna akun tersebut membuat klarifikasi dan permintaan maaf di fanpage Facebook Syam Gierszal Santorski, Senin (8/1/2018).

Diungkap Syam Gierszal Santorski dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Cicih Suricih. Waktu berkomentar, dia hanya iseng. Syam tidak memperhatikan norma-norma dalam menggunakan medsos sehingga membuat kegaduhan dan salah tafsir. Nama-nama yang ia sebutkan dikomentarnya pun semua  karangan bebas.

“Saya merasa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut. Secara garis besar, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang merasa telah dirugikan oleh tindakan saya,” tulis Syam Gierszal Santorski.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….