Foto ilustrasi pecah kaca mobil (Istimewa/Harian Jogja) Foto ilustrasi (Istimewa/Harian Jogja)
Kamis, 11 Januari 2018 05:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Begini Detik-Detik Penemuan Korban Klithih di Godean, Sempat Berikan 2 Nomor Telepon sebelum Meregang Nyawa

Klithih yang beraksi di Godean Sleman menyebabkan korbannya tewas

Solopos.com, SLEMAN-Taufik Nurhidayat, korban klitih di Sembuh Kidul, Sidomulyo, Godean yang akhirnya tewas ditemukan warga dalam kondisi sadarkan diri meskipun penuh darah. Batu yang diduga dilemparkan ke mobil korban juga ditemukan warga berada di balik roda belakang sedan itu.

Baca : Sopir Mobil yang Dilempar Batu di Godean Meninggal, 6 Saksi Diperiksa

Amat Kontra, warga Sembuh Kidul, adalah orang yang pertama kali menemukan korban dalam keadaan bersimbah darah. Malam yang sepi dan dingin itu, ia yang sudah berada dalam kamar tidurnya mendengar suara sayup-sayup minta tolong.

Ketika bergegas keluar lewat pintu depan, ia mendapati sebuah mobil, menghadap di sisi selatan dan berada di batas bahu jalan, nyaris terperosok ke sawah sedalam 50 meter.

Lokasi tersebut berada di seberang rumahnya meski dibatasi sepetak sawah. Tak banyak berpikir, ia kemudian berlari memutar kampung dan menghampiri mobil itu. “Tidak bisa langsung lewat sawah, malah kejeblos,” katanya kepada Harianjogja.com ketika ditemui di rumahnya, Rabu (10/1/2018).

Sesampainya di depan mobil, ia terpaksa mengitari mobil itu lewat bagian belakang dan mendapati pintu sisi kanannya sudah terbuka.

Kaki kanan si pengendara juga terjulur keluar dan menginjak tanah basah itu meski tampaknya kesulitan untuk berdiri. Saat memutar itulah, ia sempat melihat batu besar terletak di bagian belakang kendaraan roda empat itu. Tak ambil pusing, ia langsung fokus pada korbannya dan menanyakan penyebab luka-lukanya.

“Dilempar di situ,” ia menirukan jawaban pria yang ditemukannya itu. Kala itu, ia langsung mendapati kaca bagian depan mobil sudah rusak seperti dipecah sedangkan kaca bagian belakang utuh. Belangkangan ia baru mempertanyakan bagaimana batu itu bisa tiba-tiba berada di luar ketika ia pertama kali tiba di lokasi.

Menurut ingatannya, seluruh wajah pria itu sudah dipenuhi darah termasuk pelipis kanannya dan sulit melihat. Namun, Amat menerangkan jika pria itu masih sadar dan bisa memberikan dua kontak telepon kerabatnya yang bisa dihubungi.

Setelah itu, pria yang belakangan diketahui warga Sidoarum, Godean itu langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah menggunakan mobil pick up warga setempat.

Saat itu, korban sempat mengerang kesakitan dan mendesak untuk dibawa ke rumah sakit segera, sudah tidak kuat, sudah mau mati, tiru Amat. Ia mengaku kaget dengan kejadian yang terjadi pada Kamis (4/1/2018) lalu itu.

Ruas jalan tempat kejadian berlangsung diakuinya memang cenderung sepi dan tanpa penerangan. Hanya ada lampu-lampu teras rumah warga yang bisa membantu pengendara melihat jalan desa itu.

Itupun tak banyak berpengaruh karena sisi jalan itu longgar pemukiman. Hanya ada pabrik air minum yang beroperasi di siang hari dan warga desa yang tentunya segera beristirahat di malam hari. Namun, selama 50 tahun hidupnya, warga asli Sembuh Kidul ini mengaku tak pernah ada kejadian apapun, apalagi klithih.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….