Salah satu varian sepeda motor Honda, yakni Honda Beat yang menjadi produk paling laris di sepanjang 2017, Selasa (9/1/2018). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja) Salah satu varian sepeda motor Honda, yakni Honda Beat yang menjadi produk paling laris di sepanjang 2017, Selasa (9/1/2018). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 11 Januari 2018 11:40 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Begini Capaian Bisnis Honda di DIY dan Sekitarnya

Bisnis otomotif turun 8%, Honda catatkan penjualan 230.000 unit.

Solopos.com, SLEMAN–Pangsa pasar otomotif nasional mengalami penurunan signifikan selama 2017.  Astra Motor Jogja mencatatkan penjualan produk otomotif roda dua pada 2017 ini mencapai 230.000 unit.

Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Budi Hartanto mengatakan pada 2017, prediksi pasar tidak sesuai estimasi pelaku bisnis otomotif. Pasalnya, pangsa pasar secara umum untuk semua brand otomotif mengalami penurunan sekitar 8%-9%.

“Ada banyak faktor, antara lain bencana alam juga turut mengikis pasar, serta kebijakan-kebijakan pemerintah, salah satunya regulasi tentang uang muka, memberikan tekanan untuk bisnis motor dan bahkan segmen lain,” ujar Budi, Selasa (9/1/2018).

Diakui Budi, pada 2017 penjualan produk Honda di wilayah Jogja, Kedu dan Banyumas mengalami penurunan. Kendati demikian, Budi mengklaim penurunan penjualan pada tahun itu tidak sebesar penurunan market share bisnis otomotif.

Penjualan produk Honda di wilayah ini, kata  Budi, turun sekitar 6%. Penurunan tersebut dinilai masih cukup baik dibandingkan penurunan market share yang mencapai 8%.

“Penurunannya kami masih jauh lebih baik, makanya market share kami justru naik dari 84 persen menjadi 87 persen,” imbuh Budi.

Adanya produk-produk baru yang bermunculan menjelang akhir tahun 2017, kata Budi, turut mendorong pertumbuhan penjualan sepeda motor Honda. Secara total penjualan untuk semua varian, Astra Motor Jogja telah berhasil menjual 230.000 unit.

Budi menambahkan angka penjualan tersebut kontribusi terbanyak masih disumbang dari penjualan di kelas matik. Kurang lebih market share untuk kelas ini mencapai 84% atau sekitar 180.000-190.000 unit.

“Tahun 2018 ini, kami menargetkan penjualan secara menyeluruh bisa mencapai 245.000 unit. Kami akan mencoba menggenjot segmen sport di tahun ini,” ungkap Budi.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….