Anggota Fraksi PDIP DPR dari Dapil IV Jateng, Agustina Wilujeng (kedua dari kiri), didampingi eks Bupati Sragen, Untung Wiyono (ketiga dari kiri), dan Ketua DPC PDIP Sragen, Untung Wibowo Sukowati (keempat dari kiri), memberikan sambutan sebelum pentas wayang kulit di Padas, Tanon, Minggu (7/1) malam. (Istimewa/Agustina Wilujeng) Anggota Fraksi PDIP DPR dari Dapil IV Jateng, Agustina Wilujeng (kedua dari kiri), didampingi eks Bupati Sragen, Untung Wiyono (ketiga dari kiri), dan Ketua DPC PDIP Sragen, Untung Wibowo Sukowati (keempat dari kiri), memberikan sambutan sebelum pentas wayang kulit di Padas, Tanon, Minggu (7/1) malam. (Istimewa/Agustina Wilujeng)
Rabu, 10 Januari 2018 10:15 WIB Kurniawan/JIBI/SOLOPOS Sragen Share :

Waow, Demi PDIP Untung Wiyono Ndalang Lagi

Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam mendalang dalam rangka HUT ke-45 PDIP di Desa Padas, Tanon, Sragen, Minggu (7/1/2018) malam.

Solopos.com, SRAGEN—Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam mendalang di depan ratusan warga Desa Padas, Tanon, Sragen, Minggu (7/1/2018) malam.

Ayah kandung dari Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, ini unjuk kebolehan bersama dalang kondang dari Kabupaten Sukoharjo, Nyi Kenyik Asmorowati. Saat menjabat dua periode 2001-2006 dan 2006-2011, Untung dikenal kerap ndalang untuk bersosialisasi dengan warganya.

Pentas wayang kulit di desa itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-45 PDIP sekaligus Hari Ibu. Pentas semalam suntuk tersebut  berada di rumah salah satu kader di Dukuh Sukorejo. Untung dan Nyi Kenyik Asmorowati membawakan lakon Kunti Darma.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Jateng, Agustina Wilujeng, mengatakan kegiatan itu dihadiri Ketua DPC PDIP Sragen, Untung Wibowo Sukowati; Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dan sejumlah legislator Fraksi PDIP Sragen dan Jateng. Tak ketinggalan Kepala Desa (Kades) Padas, Suratmi. (baca: Fix, Anak Eks Bupati Untung Wiyono Pimpin DPC PDIP Sragen)

“Pentas wayang kulit ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menyongsong HUT ke-45 PDIP sekaligus untuk memperingati Hari Ibu. Jadi dalang dan para niyaga nya perempuan. Hasilnya unik, menarik, dan beda. Apalagi Pak Untung ikut unjuk kepiawaian ndalang,” tuturnya, kepada Solopos.com, Selasa (9/1/2018).

Agustina menjelaskan lakon Kunti Darma sengaja dipilih untuk mengingatkan kiprah dan peran kaum ibu. Kaum ibu sangat berjasa dalam melahirkan dan mendidik anak-anak.

Kaum ibu juga berperan sebagai pasangan bagi suaminya. Di belakang laki-laki yang hebat selalu ada perempuan atau ibu yang tangguh.

“Lakon malam itu penuh makna,” imbuhnya.

Di sela acara Agustina memberikan buku Rupa dan Karakter Wayang Karangan Heru Soedjarwo kepada Untung. Buku itu berisi deksripsi aneka bentuk dan karakter dunia wayang.

Ia berharap wayang yang menjadi bagian budaya bangsa tetap lestari. Caranya dengan memberikan ruang bagi pagelaran wayang dalam berbagai event di tengah warga.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….