Vidi Aldiano. (Istimewa/Youtube)
Rabu, 10 Januari 2018 14:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Tak Lolos Saat Audisi Indonesian Idol, 5 Orang Ini Kini Jadi Musisi Populer

Kelima musisi ini mencari jalan sukses selain dari Indonesian Idol.

Solopos.com, JAKARTA – Adalah hal biasa dalam ajang pencarian bakat ada yang lolos kemudian sukses dan tak lolos dan harus mencari sendiri jalan kesuksesannya. Kini yang sedang populer adalah ajang pencarian bakat Indonesian Idol, pertama kali diselenggarakan pada 2004, hingga sekarang ajang tersebut sudah menolak ratusan bahkan ribuan peserta. Dari banyaknya yang tertolak, kini beberapa diantara mereka malah lebih sukses daripada para juara Indonesian Idol.

Berbagai parameter menjadi alasan para peserta Indonesian Idol tidak diloloskan oleh juri. Ada yang dari segi suara bagus tapi tak lolos karena terlalu muda, ada yang dianggap juri kurang cocok kalau menjadi penyanyi solo, hingga karena memang sedang kurang baik performanya.

Di bawah ini, Solopos.com, menghimpun lima nama yang pernah tertolak saat Indonesian Idol, namun mereka mampu unjuk kebolehan dan muncul sebagai musisi papan atas di Indonesia.

Anji Manji

Anji mantan vokalis Drive mengunggah fotonya saat mengikuti audisi Indonesian Idol 2004. Pemilik nama asli Erdian Aji Prihartanto itu mengaku saat audisi dia ditolak karena juri menganggapnya lebih cocok sebagai vokalis band. Benar saja, pada 2005 Anji ditemukan dengan Drive, nama Anji besar bersama band tersebut.

Anji eks-Drive saat mengikuti audisi Indonesian Idol 2004 (Instagram)

Anji eks-Drive saat mengikuti audisi Indonesian Idol 2004. (Istimewa/Instagram)

Kini Anji sudah keluar dari Drive. Tak mengendurkan karya-karyanya, Anji aktif merilis single sebagai solois. Dalam unggahannya di @duniamanji, Anji mengklaim dirinya sebagai penyanyi dengan pendapatan tertinggi dari digital.

Sammy Simorangkir

Nama Sammy Simorangkir besar bersama Kerispatih. Mirip seperti Anji, Sammy juga mengikuti ajang Indonesian Idol 2004.Beda dengan Anji yang tak lolos saat audisi, Sammy masuk sebagai finalis, hanya saja tak lolos ke babak spektakulet. Lepas dari Indonesian Idol, Sammy besar bersama Kerispatih dan menelurkan  empat album dan satu album kompilasi.

Sammy Simorangkir. (Istimewa/Youtube)

Sammy Simorangkir. (Istimewa/Youtube)

Kini, Sammy telah keluar dari Kerispatih, ia sempat merilis album solo berjudul Aku Kembali pada 2012.

Afgan Syahreza

Siapa yang tak kenal nama solois sukses Afgan? Pria berdarah Minangkabau tersebut menelurkan album perdana pada 2008. Sebelum terkenal, Afgan pernah mengikuti audisi Indonesian Idol. Dia dikabarkan masuk ke-100 besar, namun jadwal audisi selanjutnya yang bersamaan dengan konser Muse membuat Afgan tak hadir dan didiskualifikasi. Kini Afgan menjadi salah satu solois paling sukses di Indonesia.

Afgan Syahreza (Instagram @afgansyah.reza)

Afgan Syahreza (Instagram @afgansyah.reza)

Vidi Aldiano

Mirip dengan Afgan, nama Vidi Aldiano juga lebih dikenal sebagai solois papan atas Indonesia. Beberapa tahun sebelum Vidi dikenal sebagai solois, ia pernah mengikuti Indonesian Idol 2004. Mengikuti audisi diusia 14 tahun, Vidi Aldiano harus menerima penolakan Juri.
Hal itu tak membuat Vidi putus asa, meniti karier sebagai solois, hingga kini Vidi sudah merilis empat album studio dan satu album mini. Album terbarunya dirilis 2016 dengan judul Persona.

Vidi Aldiano. (Istimewa/Youtube)

Vidi Aldiano. (Istimewa/Youtube)

Tata Janeeta

Tata Janeeta dikenal sebagai vokalis Dewi Dewi dan Mahadewi. Padahal, pada 2005 sebelum dirinya terkenal Tata mengikuti Indonesian Idol musik ke-2. Tata dikabarkan lolos beberapa tahap audisi, namun gagal di 24 besar.

Tata Janeeta. (Istimewa/Youtube)

Tata Janeeta. (Istimewa/Youtube)

Karier Tata bersama Dewi Dewi dan Mahadewi cukup cemerlang. Ia merilis tiga album bersama dua grup tersebut. Pada 2013 Tata merilis album solo perdana dengan nama Penipu Hati. Akhir 2017 , Tata dikabarkan sedang berkolaborasi dengan Maia Estianty untuk proyek lagu baru.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….